Sepeda Kreuz, Brand Lokal dengan Harga Terjangkau

Sepeda Kreuz, Brand Lokal dengan Harga Terjangkau

Tren sepeda membuat harga-harga sepeda melambung tinggi. Semua mendadak orang demam bersepeda. Toko-toko sepeda disesaki pembeli sepeda. Berbagai jenis sepeda laku di pasaran, namun jenis sepeda lipat adalah paling banyak diburu pembeli.

Tren sepeda saat ini juga mendorong produsen sepeda lokal berlomba menelurkan produk sepeda lipat terbarunya. Bahkan, orang nomor satu di negeri ini pun kesemsem membeli sepeda buatan lokal. Ya, baru-baru ini ramai dibicarakan Presiden Joko Widodo ikut memesan sepeda lipat buatan Bandung merek Kreuz.

Baca juga: Tergoda Beli Sepeda, Ini 5 Tips Memilih Sepeda untuk Pemula

Sontak sepeda Kreuz ini seakan menjadi idola penghobi sepeda. Bahkan kabarnya, ada pelanggan yang rela mengantre sepeda lipat ini sampai dua tahun lamanya. Lantas apa yang membuat sepeda lipat Kreuz ini naik daun? Berikut ini fakta-fakta mengenai sepeda lipat Kreuz.

1. Makna Nama Kreuz

Mungkin banyak orang bertanya, kenapa namanya Kreuz? Dalam akun Instagram @kreuz.pannier, salah satu pemilik Kreuz Yudi Yudiantara menjelaskan, nama Kreuz diambil dari bahasa Sunda, yaitu Kareueus yang artinya kebanggaan. “Ada juga yang menyebut itu singkatan kreasi urang Sunda,” katanya.

Baca juga: Bukan Brompton, Ini Sepeda Sultan Seharga Rp271 Juta

2. Berawal dari Tas Sepeda

Ramai dibicarakan, ternyata produsen asal Kota Kembang, Bandung ini bukan mendadak dirintis. Awalnya, bisnis ini memproduksi tas sepeda bernama Pannier. Pada Oktober 2019, Yudi bersama Jujun yang juga Co-owner Kreuz mengikuti Indonesia Cycling Festival.


Dalam akun yang sama, Yudi menceritakan, di event tersebut Yudi melihat banyak stand-stand yang men-display sepeda Brompton. “Jujun bilang sama saya, kang suatu waktu kita harus pakai itu. Saya bilang bisa buat gak? Terus dia (Jujun) bilang bisalah kang, gampang,” cerita Yudi.

Selama tiga bulan lebih, detail-detail sepeda Brompton dipelajari. Hingga pada Februari 2020, Yudi dan Jujun berhasil membuat membuat sepeda pertama Kreuz dan mengenalkan kepada masyarakat Bandung. “Wktu jadi sekitar Februari, kita posting supaya masyarakat Bandung tahu produk Kreuz,” tambahnya.

3. Handmade

Pembuatan sepeda lipat Kreuz ini dilakukan secara handmande yang melibatkan industri kecil mulai dari mulai dari tukang bubut, sampai tukang cetak plastik. Bahan utama yang digunakan seperti untuk kerangka sepeda (frame) dan garpu sepeda (fork) pun menggunakan bahan lokal. Soal sparepart, Kreuz bisa menggunakan sparepart pada umumnya.

Baca juga: Fakta Sepeda Brompton, Fashion Bike dengan Harga Selangit

4. Tutup Pemesanan

Membludaknya pemesanan sepeda lipat Kreuz membuat produksinya kewalahan. Sejak awal dibuka pemesanan pada Maret 2020, sudah banyak orang yang memesan sepeda ini. Bahkan, daftar pemesan sepeda sudah sangat panjang sehingga sejak 8 Juli 2020, Kreuz memutuskan untuk tidak lagi menerima pesanan. Pasalnya, untuk pengerjaan satu unit sepeda lipat Kreuz ini membutuhkan waktu hingga 30-45 hari.

5. Harga Sepeda Kreuz

Banyak orang melihat sekilas frameset sepeda Kreuz ini menyerupai sepeda lipat Brompton. Namun, jelas jika dibandingkan dari sisi harga sangat berbeda jauh. Untuk satu unit frameset sepeda lipat Kreuz ini dibanderol seharga seharga Rp3,5 juta. Namun, kalau ingin terima beres harga sepeda Kreuz ini bisa mencapai Rp8 juta.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 21, 2020, 11:44 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.