Semester Kedua 2020, Amartha Targetkan Pendanaan ke 150 Ribu UMKM

Semester Kedua 2020, Amartha Targetkan Pendanaan ke 150 Ribu UMKM

Sebagai fintech peer to peer lending yang fokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di desa, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menargetkan menyaluran pendanaan kepada 150 ribu pelaku usaha terutama UMKM pada semester kedua ini.

Pendiri dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, sebagian besar pendanaan akan disalurkan kepada pengusaha mikro di sektor ekonomi informal, seperti pedagang kebutuhan pokok, pedagang sembako dan pedagang makanan.

Baca juga: Amartha Bantu Pendanaan untuk Pemulihan Ekonomi Desa

“Sektor perdagangan yang dijalankan Mitra Amartha di desa, menjadi sektor yang tangguh dalam pandemi Covid-19 karena menjajakan dagangan yang bersifat primer dan jangkauan usahanya yang berada dalam lingkup kecil pedesaan,” katanya.

Selama semester pertama 2020, Amartha mencatatkan penyaluran sebesar Rp645 miliar kepada 168,125 pengusaha mikro, dengan tingkat keberhasilan 90 (TKB 90) mencapai 98,97 persen. Penyaluran pendanaan Amartha pada semester pertama tahun ini tumbuh 43,87 persen dibandingkan dengan penyaluran pada semester pertama 2019,

Baca juga: BukuWarung Galang Pendanaan Praseri A untuk UMKM

Peningkatan itu dipengaruhi oleh ekspansi bisnis Amartha ke wilayah Sumatera dan Sulawesi. Secara general, terjadi penurunan pendanaan hingga 60 persen pada April hingga Mei 2020 akibat pandemi Covid-19. Namun, kondisinya telah meningkat signifikan pada Juni hingga saat ini.


Amartha telah menerapkan kebijakan pendanaan berdasarkan pemetaan daerah dan jenis usaha. Amartha memperketat credit approval dan disbursement berdasarkan wilayah persebaran covid-19, di mana ada kebijakan no approval dan 100 persen reject bagi wilayah zona merah.

Selain itu, ada kebijakan memberlakukan kebijakan titip bayar (tidak perkumpulan majelis) bagi wilayah zona kuning, kebijakan penyaluran pendanaan hanya kepada mitra bagi wilayah zona hijau, dan mem-blacklist usaha memiliki ketergantungan terhadap kondisi normal sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Tidak Habis-habis, OJK Kembali Temukan Entitas Pinjaman dan Investasi Ilegal

Prospek pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat menjanjikan. Beberapa bulan ini perekonomian di desa tetap tangguh karena resilience atau daya juang yang mereka miliki. Amartha berkomitmen untuk terus menyalurkan pendanaan kepada sektor yang tangguh bertahan dalam situasi pandemi Covid-19, agar UMKM  dapat segera bangkit, beradaptasi, dan tumbuh lebih besar.

Perusahaan yang didirikan pada 2010 sebagai Lembaga keuangan mikro ini, fokus pada pemberian akses, layanan dan edukasi keuangan kepada perempuan perempuan tangguh pengusaha mikro yang merupakan penggerak ekonomi bangsa. Lebih dari Rp2,45 triliun modal usaha dari pendana telah Amartha salurkan kepada lebih dari 512 ribu mitra usaha perempuan di 15 ribu desa di Indonesia.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 17, 2020, 1:55 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.