Penerimaan Pajak Semester Pertama Turun 12 Persen

Penerimaan Pajak Semester Pertama Turun 12 Persen

Hari ini, 14 Juli 2020 diperingati sebagai Hari Pajak. Dengan mengusung tema “Bangkit Bersama Pajak dengan Semangat Gotong Royong”, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk patuh dan taat membayar pajak. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo saat memperingati Hari Pajak 2020.

“Sesuai dengan tema tersebut, marilah peringatan Hari Pajak kali ini kita jadikan sebagai momentum dalam peningkatan kesadaran masyarakat untuk taat dan patuh membayar pajak,” katanya dalam sambutan Hari Pajak 2020 di Jakarta (14/7/2020).

Baca juga: Perpajakan di Indonesia, Dulu dan Sekarang (Bagian Pertama)

Pembangunan negara sangat tergantung pada penerimaan dari pajak. Penerimaan perpajakan menopang lebih dari 80 persen pendapatan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam postur APBN 2020, sekitar 83 persen pendapatan negara bersumber dari penerimaan perpajakan.

Oleh karena itu, tidak salah jika dikatakan bahwa pembangunan di negeri ini sangat bergantung pada partisipasi warga negara dalam melaksanakan kewajiban pajak. Pada akhirnya, kesadaran pajak menjadi hal yang sangat diharapkan untuk dimiliki oleh setiap warga negara. Hal ini yang menjadi tantangan besar bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).


Dalam perekonomian negara, perpajakan memiliki dua fungsi utama yang sangat penting yaitu budgeter dan juga regulered yang mesti dikelola dengan sebaik-baiknya. Pencapaian penerimaan perpajakan sangat diperlukan untuk membiayai belanja-belanja pemerintah dan sekaligus menentukan seberapa dalam pembiayaan harus dipersiapkan.

Di sisi yang lain, perpajakan ini juga harus dapat melindungi berbagai aspek ekonomi yang ada di Indonesia sehingga masyarakat maupun sektor usaha dapat terus tumbuh, berkembang, dan bersaing baik secara lokal maupun global. Pemahaman inilah yang terus dibangun sehingga dapat mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera.

Baca juga: Ini Batas Minimum Gaji yang Terkena Pajak

Suryo memaparkan, dari sisi penerimaan negara, sampai dengan akhir semester pertama tahun 2020, penerimaan pajak masih mengalami tekanan yang cukup berat akibat pandemi Covid-19. Pada semester pertama ini, total penerimaan pajak (non-PPh Migas) menunjukkan, pencapaian sebesar Rp513,65 triliun atau sebesar 44,02 persen dari target penerimaan berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 dengan pertumbuhan minus 10,53 persen (non-PPh Migas) atau minus 12,01 persen (termasuk PPh Migas).

“Meski kita masih mampu menahan pertumbungan ekonomi positif di triwulan pertama, nyatanya perlemahan usaha dan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua tahun 2020 ini terjadi cukup dalam sehingga berdampak juga pada penerimaan pajak kita,” terang Suryo.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 14, 2020, 2:05 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.