Nielsen: 23 Persen Masyarakat Indonesia Khawatir Akan Kesehatan

Nielsen: 23 Persen Masyarakat Indonesia Khawatir Akan Kesehatan

Wabah Covid-19 membawa pengaruh perubahan pola pikir konsumen pada aspek kesehatan. Cepatnya penyebaran dan dampak dari Covid-19 ini mulai dipandang sebagai krisis kesehatan. Di banyak negara, termasuk Indonesia mulai merasa khawatir akan masalah kesehatan yang meningkat.

Hal itu terungkap dari The Conference Board Global Consumer Confidence Survey untuk kuartal pertama 2020. Survei Keyakinan Konsumen Global yang dilakukan Conference Board bekerja sama dengan Nielsen menunjukkan, dibandingkan kuartal keempat tahun lalu, di kuartal pertama tahun ini sebanyak 23 persen konsumen di Indonesia menyatakan kekhawatiran mereka akan Kesehatan.

Baca juga : PSBB Dilonggarkan, 67 Persen Konsumen Akan Kembali Mengunjungi Mal

Angka ini meningkat cukup signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 14 persen. Kekhawatiran masyarakat Indonesia tentang ekonomi masih menjadi yang terbesar, namun hanya sedikit meningkat, dari 34 persen menjadi 35 persen.

Managing Director Nielsen Connect Indonesia Indrasena Patmawidjaja mengatakan, saat survei ini dilakukan, Covid-19 belum mempengaruhi optimisme konsumen Indonesia, bahkan belum dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, namun sudah terlihat pengaruhnya terhadap kekhawatiran konsumen akan kesehatan.

Baca juga : Apa Saja Perubahan Perilaku di Era New Normal?

“Konsumen khususnya dari kelas atas mengikuti perkembangan berita luar negeri, karena itu mereka telah mengetahui mengenai penyebaran virus ini di China dan itulah yang mulai menimbulkan kekhawatiran,” kata pria yang akrab disapa Dede ini.


Dalam keterangan resminya, survei Nielsen juga menjelaskan, 21 persen konsumen Indonesia menyatakan kekhawatiran mereka akan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan, dan 11 persen merasa khawatir mengenai pemanasan global. Selain itu, ada 11 persen konsumen merasa khawatir mengenai kenaikan tagihan seperti listrik, gas, dan lainnya,  di mana kekhawatiran ini baru muncul pada urutan 5 teratas di kuartal awal 2020 ini.

Selain kekhawatiran akan masalah kesehatan, survei ini juga menemukan, pada kuartal pertama 2020 ada 34 persen konsumen Indonesia secara signifikan mengurangi pengeluaran dana cadangan untuk Investasi Saham atau Reksa dana.

Baca juga : Indonesia Menuju New Normal, McKinsey: Ada Perubahan Pola Belanja

Angka itu menurun 12 persen dari kuartal sebelumnya yang sebesar 46 persen. Selain Investasi, pos lain yang dikurangi secara signifikan adalah Liburan, yang turun 6 persen dari 42 persen di kuartal keempat 2019 menjadi 36 persen.

The Conference Board® Global Consumer Confidence Survey adalah survei Keyakinan Konsumen Global yang dilakukan Conference Board bekerja sama dengan Nielsen. Survei ini dilaksanakan pada Februari 2020 dan mensurvei lebih dari 31.000 konsumen online di 63 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Tengah Timur atau Afrika dan Amerika Utara. Survei ditutup jauh sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret.

Baca juga : Lima Kebiasaan yang Tetap Perlu Dilakukan Saat New Normal

Sampel probabilitas ukuran setara memiliki margin kesalahan ± 0,6 persen di tingkat global. Survei ini hanya berdasarkan pada perilaku responden dengan akses online. Tingkat penetrasi internet bervariasi menurut negara. The Conference Board menggunakan standar pelaporan minimum 60 persen penetrasi internet atau populasi online 10 juta untuk disertakan dalam survei.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 13, 2020, 9:38 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.