Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi

Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal, termasuk cara membimbing anak dengan kebutuhan khusus, yang dalam hal ini adalah autisme. Sebab Seperti diketahui, anak berkebutuhan khusus sangat sensitif dalam menanggapi perubahan yang ada di sekitarnya. Hal ini diungkapkan Psikolog Kids Coaching Indonesia Ayu Astri Adelina, S.Psi., M.Psi.

“Covid-19 membuat anak berkebutuhan khusus kehilangan rutinitas sehari-hari, terapi, hingga pendidikan khusus yang biasa mereka dapat sebelum pandemi. Kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan kemampuan anak. Bisa saja anak mengalami stuck, bahkan kemunduran tertentu karena tidak adanya stimulasi yang biasanya dilakukan. Makanya, anak perlu mendapat bimbingan di masa pandemi ini,” katanya.

Baca juga : Memahami Pentingnya Manners dalam Karier dan Kehidupan

Ayu melanjutkan, bimbingan juga makin dibutuhkan karena pandemi telah menimbulkan kondisi baru di lingkungan masyarakat, dan ini bisa berpengaruh pada mental dan fisik anak berkebutuhan khusus. Secara fisik, anak yang mengalami pengurangan aktivitas atau terapi karena adanya pandemi dan masa new normal, berdampak pada kemampuan otot, kekakuan sendi, ketahanan aktivitas, kemampuan gerak, koordinasi motorik-visual.


Sedangkan secara mental, lanjut Ayu, anak berkebutuhan khsus akan merasakan perubahan kondisi lingkungan yang berbeda, tidak melakukan kegiatan yang biasanya dilakukan seperti berpergian, berjalan-jalan, dan berinteraksi dengan orang lain secara normal. Kondisi new normal yang masih membatasi kegiatan dan interaksi tertentu dapat memengaruhi kondisi mental anak. Mereka bisa memiliki seperti perasaan tidak nyaman, resah, bingung, sedih, dan marah.

“Pada beberapa anak berkebutuhan khusus yang belum sepenuhnya memahami kondisi ini, cenderung memunculkan perilaku tantrum atau perilaku maladaptif lainnya. Apabila kondisi di rumah saat new normal kurang kondusif, anak dapat merasa tertekan dan berpengaruh ke perilaku dan perkembangannya,” papar psikolog kelahiran Semarang, 27 Juni 1992 itu.

Baca juga : Tanggung Jawab Sosial: Apa dan Siapa yang Mesti Menjalaninya?

Lantas, bagaimana baiknya membimbing anak berkebutuhan khusus agar tidak mengalami beberapa hal seperti dijabarkan di atas? Nah, terkait hal ini, Ayu bilang kalau langkah pertama penanganan hal tersebut harus dilakukan dari lingkungan terdekat, yakni keluarga khususnya orangtua.

Orangtua dapat diberi pemahaman mengenai situasi pandemi dan new normal dengan cara menyampaikan informasi yang jelas, dapat dipahami dan singkat. “Informasi mengenai kondisi new normal, misalnya. Kita mesti jelaskan bahwa terdapat pembatasan dan menjaga diri seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker untuk mencegah penularan penyakit. Penjabaran Ini perlu disertai konsekuensi jika tidak melakukan perilaku tersebut,” terang Ayu.


Selain memberi informasi yang jelas, masih banyak langkah lain yang perlu dilakukan orangtua dalam membimbing anak berkebutuhan khusus di masa pandemi. Seperti memberi contoh sesuai kemampuan anak, menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan tubuh, hingga orangtua sendiri yang perlu memperluas wawasan serta menerima pandemi sebagai kondisi baru. Karenyanya, untuk lebih menjelaskan terkait paparannya ini, Ayu akan hadir sebagai salah satu pembicara dalam webinar di SHARE.INC yang bertajuk MyFantAUTISlife. Webinar dengan judul “Update New Normal: Solusi untuk Anak Kebutuhan Khusus” ini akan berlangsung melalui Zoom pada hari Sabtu, 11 Juli 2020. Webinar gratis ini dapat diikuti dengan cara mendaftarkan diri ke nomor WhatsApp (WA) 0851 5649 7649, atau Telegram Channel t.me/shareinc_lifematrix.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 9, 2020, 4:07 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.