BukuWarung Galang Pendanaan Praseri A untuk UMKM

BukuWarung Galang Pendanaan Praseri A untuk UMKM

Mayoritas dari 60 juta usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tanah Air ternyata masih mengandalkan proses manual dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan. Sentuhan digital sangat diperlukan untuk mendorong efektivitas dan efisiensi pengelolaan usaha. Terutama untuk operasional yang terkait dengan transaksi tunai dan kredit.

Co-founder BukuWarung Abhinay Peddisetty mengungkapkan, akses yang terbatas ke bank dan institusi keuangan lain membuat pelaku usaha mikro mengandalkan pulpen, kertas, dan kalkulator untuk mencatat transaksi tunai dan kredit di toko mereka. “Layanan yang fokus kepada usaha mikro di Indonesia sangat sedikit. Mereka juga kesulitan untuk mengakses layanan finansial berkualitas,” katanya.

Baca juga : Kopi Kenangan Menerima Pendanaan Seri B Senilai US$109 Juta

Oleh karena itu, BukuWarung melalui Quona Capital berupaya menggalang pendanaan Praseri A yang bertujuan membangun infrastruktur digital untuk 60 juta UMKM di Indonesia yang diawali dengan aplikasi sederhana untuk pencatatan keuangan dan pembayaran digital.

BukuWarung adalah aplikasi akuntansi yang membantu pemilik usaha mikro untuk mengelola transaksi tunai dan kredit. Notifikasi tagihan utang yang dikirim secara otomatis membuat pemilik usaha yang telah menggunakan aplikasi BukuWarung menerima pembayaran utang 3 kali lebih cepat.

Baca juga : 6 Kota di Jawa Punya Daya Saing Digital Tertinggi di Indonesia

Pengguna bisa memantau arus kas dengan mudah karena aplikasi tersebut dapat digunakan untuk mencatat berbagai jenis transaksi termasuk kredit, pengeluaran, dan penjualan yang kemudian bisa disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Saat ini, lebih dari 600.000 pedagang di sekitar 750 lokasi di Indonesia telah menggunakan aplikasi BukuWarung.


Co-founder BukuWarung Chinmay Chauhan sangat memahami kesulitan UMKM dalam mengelola arus kas dan mengakses pinjaman untuk mengembangkan bisnis. Pihaknya memutuskan untuk mendesain produk yang bisa digunakan oleh pelaku usaha pemilik ponsel low-end, kapasitas penyimpanan yang sedikit, atau konektivitas data terbatas. Kini, BukuWarung telah melayani 50 jenis bisnis termasuk warung, toko kelontong, pedagang bahan makanan, kios pulsa, toko grosir, dan pedagang online.

Sementara itu, Co-founder dan Partner Quona Capital Ganesh Rengaswamy mengakui, di masa pandemi Covid-19 ini, pelaku usaha terdorong untuk mempercepat adopsi berbagai perangkat digital. Solusi yang ditawarkan oleh BukuWarung tidak hanya membuat pelaku usaha mikro bisa lebih fokus mengembangkan bisnis, tetapi juga menyediakan platform untuk menghadirkan berbagai layanan tambahan yang bisa dimanfaatkan oleh mereka.

Baca juga : Modalku Memperoleh Pendanaan Seri C Sebesar USD40 Juta

“Usaha mikro adalah tulang punggung dari ekonomi hyperlocal di Indonesia. Sebagai pemimpin pasar dan berbekal langkah yang sigap, tim BukuWarung berada pada posisi yang tepat untuk mendorong transformasi digital di sektor usaha mikro Indonesia,” ucap Co-founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca.

Penggalangan pendanaan Praseri A ini dipimpin oleh Quona Capital. Investor existing BukuWarung yaitu East Ventures, AC Ventures, Golden Gate Ventures, Tanglin Venture Partners, dan Michael Sampoerna berpartisipasi di pendanaan terbaru ini. Para founder Snapdeal yang merupakan investor di Khatabook, juga bergabung sebagai penanam modal.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 9, 2020, 12:22 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.