Mulai Sekarang, Transaksi Kartu Kredit Wajib Pakai PIN

Mulai Sekarang, Transaksi Kartu Kredit Wajib Pakai PIN

Mulai Juli 2020, seluruh transaksi kartu kredit diwajibkan menggunakan PIN (Personal Identification Number). Ketentuan itu sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 16/25/DKSP tanggal 31 Desember 2014 perihal Perubahan Kedua atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP tanggal 13 April 2009 perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu.

Dalam surat edaran itu, ada dua materi perubahan yang diatur, yaitu mengenai penerapan kewajiban implementasi Personal Identification Number (PIN) online 6 digit pada kartu kredit dan tata cara pengenaan sanksi administratif.

Baca juga : Survei Konsumen BI Juni 2020: Indeks Keyakinan Konsumen Membaik

Terkait tata cara pengenaan sanksi administratif dilakukan perubahan berupa penambahan materi pengaturan mengenai tata cara pengenaan sanksi berupa teguran, penghentian sementara dan pencabutan izin. Pengenaan sanksi tersebut akan dilakukan oleh Bank Indonesia secara tertulis dengan memperhatikan tingkat kesalahan dan pelanggaran dan akibat yang ditimbulkan dari pelanggaran tersebut.

Sampai saat ini, penggunaan PIN menjadi salah satu pilihan dalam transaksi kartu kredit, selain tanda tangan. Proses verifikasi dan autentikasi transaksi kartu kredit wajib dilakukan dengan menggunakan PIN online 6 digit mulai 1 Juli 2020 dan tidak lagi menggunakan tanda tangan.

Baca juga : Rumah Kian Mahal, Coba Saja Program KPR Bebas Uang Muka

“Pengguna kartu kredit tidak boleh lagi menggunakan tandatangan sebagai sarana verifikasi dan autentikasi transaksi, kecuali untuk transaksi dengan kartu kredit dari penerbit luar negeri atau transaksi di negara lain yang masih menerapkan verifikasi dan autentikasi dengan tandatangan,” sebut Bank Indonesia dalam keterangan resminya (30/6/2020).


Bank Indonesia juga menyebut penggunaan PIN akan lebih aman dibandingkan tanda tangan. Pasalnya, ada kombinasi angka yang hanya diketahui pemilik kartu kredit. Pengguna kartu kredit pun tidak boleh memberitahu PIN-nya kepada pihak lain. Selain itu, transaksi menggunakan PIN telah terenkripsi dan transaksi dilakukan secara real time.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan, mayoritas pemegang kartu kredit syariah Hasanah Card saat ini menggunakan PIN untuk keamanan dan kenyamanan transaksi nasabah.

Baca juga : Bukan Brompton, Ini Sepeda Sultan Seharga Rp271 Juta

Penggunaan PIN untuk transaksi kartu kredit bertujuan untuk memudahkan dan meningkatkan keamanan transaksi nasabah dibanding tanda tangan. Semua transaksi kartu kredit yang tidak menggunakan autentikasi PIN mulai 1 Juli akan langsung ditolak oleh mesin Electronic Data Capture (EDC) di merchant.

Untuk memberi kemudahan, BNI Syariah memberi dua pilihan bagi nasabahnya yang belum menggunakan PIN, yaitu melalui pengiriman SMS dan menghubungi Layanan 24 Jam BNI. Melalui kedua saluran itu, nasabah BNI Syariah bisa memperoleh PIN Kartu Kredit dengan mudah. Jangan lupa untuk mengubah kombinasi PIN dari bank agar tetap terjaga kerahasiaannya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 7, 2020, 8:57 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.