Fakta Sepeda Brompton, Fashion Bike dengan Harga Selangit

Fakta Sepeda Brompton, Fashion Bike dengan Harga Selangit

Masa transisi new normal seperti saat ini membuat orang-orang mulai berpikir untuk mengurangi menggunakan akses transportasi umum. Selain kendaraan bermotor roda dua, sepeda menjadi pilihan karena harganya lebih terjangkau dan alih-alih sehat.

Jika diperhatikan sejak pandemi Covid-19 mendera, sepeda kembali menjadi tren. Jenis sepeda lipat seakan menjadi idola para pesepeda. Harganya pun merangkak naik, mulai dari Rp1 jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Nah yang menjadi banyak perhatian adalah salah satu merek sepeda, yaitu Brompton. Sepeda lipat asal Inggris ini bak jamur di musim hujan pada saat ini. Sepeda lipat ini semakin banyak terlihat mengaspal di jalan raya. Bahkan saat car free day (CFD) pertama di masa transisi dibuka kembali, sepeda Brompton berseliweran di jalan-jalan.

Baca juga : Tergoda Beli Sepeda, Ini 5 Tips Memilih Sepeda untuk Pemula

Banyak orang bertanya, apa istimewanya sepeda Brompton hingga harganya bisa sampai puluhan juta rupiah? Padahal Merek sepeda Brompton nyaris tanpa iklan di Indonesia. Berikut beberapa fakta kenapa sepeda Brompton harganya selangit.


1. Sejarahnya

Bisa saja alasan utamanya dilihat dari sejarahnya, di mana Brompton adalah sepeda lipat asal London, Inggris yang didesain oleh seorang sarjana teknik bernama Andrew Ritchie pada 1975. Nama Brompton diambil karena apartemen Andrew menghadap ke Brompton Oratory di South Kensington, London. Pada 1981, sepeda lipat ini pertama kali diproduksi secara massal di kota Brentford, Inggris dan terciptalah sepeda dengan ukuran 28 x 60 x 60 cm.

2. Penghargaan dari Ratu Inggris

Pada 1995, sepeda Brompton mendapat penghargaan Royal Recognition dari Ratu Inggris, Ratu Elizabeth II. Penghargaan inilah yang semakin melambungkan nama sepeda Brompton ke seluruh dunia. Ditambah lagi dengan Brompton World Championship yang diadakan sejak 2008 hingga saat ini membuat nama Brompton berada dideretan sepeda termahal di dunia.

Baca juga : Siapa 10 Youtuber Terkaya di Indonesia?

3. Handmade

Sepeda Brompton menjadi mahal karena proses pembuatannya diklaim handmade. Aspek buatan tangan tersebut diyakini menghasilkan sepeda yang lebih presisi dan rapi dibandingkan sepeda yang diproduksi massal dengan mesin. Bagian ini pula yang tentu membuat harga Brompton berbeda dari sepeda sejenis lainnya.

4. Probabilitas Tinggi

Dikatakan probabilitas tinggi karena sepeda Brompton ini dapat dilipat dengan mudah. Saking mudahnya, sepeda ini dapat dilipat dalam waktu kurang dalam dua menit. Secara dimensi lipatan, sepeda lipat Brompton ini sangat kecil sehingga memungkinkan untuk dimasukkan ke bawah meja, bagasi mobil, kereta, bahkan pesawat sekalipun.


5. Kokoh dan Sangat Ringan

Ringan, tentu saja. Meski terasa ringan namun material yang digunakan di sepeda lipat Brompton bukan sembarang material. Rangkaian sepeda Brompton disematkan dengan bahan baja, tapi buka sembarang baja. Material baja ringan dipakai sehingga kuat dan ringan untuk di jinjing.

Baca juga : Bagaimana Tren Harga Emas di Semester Pertama 2020?

6. Harga

Soal harga, sepeda Brompton punya banyak jenis, ukuran dan spesifikasi. Varian itu pun berbeda dari sisi harga. Untuk spesifikasi terendah atau paling murah harga sepeda lipat Brompton sekitar 900 Poundsterling atau sekitar Rp16.606.054. Sedangkan, harga sepeda lipat Brompton S2L-X Black Edition Gloss Titanium di Indonesia dibanderol Rp53.500.000.

Nah, sudah tahu bukan kenapa sepeda lipat Brompton punya harga yang mahal. Bahkan, punya sepeda Brompton kini bisa menjadi bagian gaya hidup kalangan atas di Jakarta. Mereka berkumpul, riding bersama, dan berakhir dengan kumpul-kumpul di sebuah kafe.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 2, 2020, 11:12 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.