Lewat Mandiri Digital, Proses Kredit Mikro untuk UMKM Hanya 15 Menit

Lewat Mandiri Digital, Proses Kredit Mikro untuk UMKM Hanya 15 Menit

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sektor yang sangat terpukul pandemi Covid-19. Padahal sektor tersebut merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja sekitar 97 persen dan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar 60 persen.

Tidak salah kiranya, upaya pemulihan sektor UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Anggaran untuk penanganan Covid-19 ditambah menjadi Rp695,2 triliun dan dukungan untuk UMKM sebesar Rp123,46 triliun.

Baca juga : Kilas Balik Sejarah 21 Tahun Berdirinya Bank Mandiri

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sejak Maret 2020, Teten mengatakan sektor-sekor yang paling terdampak pandemi adalah UMKM sektor makanan dan minuman, penyediaan akomodasi, perdagangan, dan juga industri pengolahan.

Untuk membangkitkan sektor UMKM sangat membutuhkan bantuan modal. Bank Mandiri melalui platform digital kredit mikro, Mandiri Pintar (Pinjaman Tanpa Ribet) berupaya membantu menggairahkan kembali segmen UMKM.


Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, Mandiri Pintar merupakan inovasi Bank Mandiri dalam mendigitalisasi pengajuan kredit mikro produktif agar mampu menggairahkan bisnis segmen UMKM. Mandiri Pintar (Pinjaman Tanpa Ribet) memberi solusi kepada nasabah karena proses cepat sehingga nasabah tidak perlu direpotkan lagi dengan permintaan data dan dokumen.

Melalui aplikasi ini, tenaga pemasar mikro dapat langsung memproses pengajuan kredit melalui smartphone kepada nasabah dalam waktu yang lebih cepat, yaitu hanya 15 menit setelah tenaga pemasar mengajukan data debitur melalui Mandiri Pintar. “Aplikasi ini juga dapat melayani pengajuan kredit mikro produktif baru maupun top up kredit mikro produktif eksisting,” kata Royke.

Baca juga : Peluang dan Tantangan Perbankan di Era Digital Banking 4.0

Nasabah maupun masyarakat, lanjut Royke, juga tidak perlu mendatangi kantor cabang Bank Mandiri untuk mengajukan kredit mikro. Sebab, melalui aplikasi ini, tenaga pemasar mikro Mandiri yang saat ini berjumlah lebih dari 6.700 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, dapat memproses kredit langsung dari lokasi nasabah berada.

Layanan mikro digital platform ini juga menjadi salah satu inisiatif Bank Mandiri dalam mendukung upaya pemerintah dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, khususnya melalui penyaluran kredit mikro produktif.

Baca juga : Aplikasi Digital Dorong Bisnis UMKM Naik Kelas

Sejak tahun 2008, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR kepada sekitar 1,65 juta debitur dengan jumlah kredit mencapai Rp97,65 triliun. Selain KUR, selama tahun 2020, Bank Mandiri juga telah menyalurkan KUM kepada 301.453 Debitur dengan nilai sebesar Rp13,2 triliun.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 29, 2020, 3:28 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.