Transaksi Digital Tingkatkan Efisiensi dan Fee Based Income Perbankan

Transaksi Digital Tingkatkan Efisiensi dan Fee Based Income Perbankan

Selama pandemi Covid-19 mendorong adanya perubahan perilaku masyarakat. Aktivitasnya pun dibatasi karena adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kegiatan tatap muka dibatasi oleh physical distancing sehingga teknologi digital sangat diandalkan.

Penggunaan teknologi digital selama pandemi ini ternyata memberi dampak positif bagi bisnis perbankan seperti pada layanan digital banking. Transaksi dengan menggunakan layanan digital meningkat sangat signifikan.

Baca juga : BI 7-Day Reverse Repo Rate Kembali Turun Menjadi 4,25 persen

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat mengakui, selama masa PSBB dan pandemi Covid-19, tren transaksi digital banking meningkat sangat pesat. Adanya tren transaksi digital banking ini memberi dampak pada adanya efisiensi dan free base income perbankan.

“Memang setiap tahun free base income perbankan terus meningkat. Ya, dalam beberapa tahun terakhir meningkat. Per Maret 2020, ada pertumbuhan (free base income perbankan) sekitar 25,27 persen,” katany dalam sebuah acara webinar (25/6/2020).


Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengakui apa yang disampaikan oleh Teguh. Dia mengakui adanya pertumbuhan transaksi digital perbankan selama masa pandemi ini. Peningkatan itu didorong adanya pembatasan aktivitas dan penutupan beberapa akses ekonomi seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran.

Baca juga : BCA Optimalkan Transaksi Mudah Tanpa Keluar Rumah

Jahja menerangkan, pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh pada perubahan perilaku masyarakat perbankan, di mana dahulu banyak aktivitas yang dilakukan secara tatap muka, kemudian harus beralih secara digital. Transaksi digital perbankan mengubah perilaku nasabah menjadi lebih serba praktis dan semakin mudah. Ini yang menyebabkan transaksi digital menjadi pilihan.

“Saat ini, sudah 98 persen transaksi di BCA dilakukan lewat e-channel dan 80 persen dari angka tersebut menggunakan digital banking. Tantangan ke depan adalah bagaimana memacu fee based income dari transaksi digital ini. Adapun porsi fee based income telah menyumbang sekitar 20 persen sampai 25 persen terhadap kinerja bank,” ungkap Jahja.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 26, 2020, 9:55 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.