Hati-hati! Penipuan Lelang Online Makin Marak di Medsos

Hati-hati! Penipuan Lelang Online Makin Marak di Medsos

Modus penipuan berkedok lelang semakin marak. Media yang digunakan juga semakin banyak, salah satunya modus penipuan online dengan menggunakan platform media sosial seperti Instagram dan Facebook. Platform medsos ini digunakan karena punya member yang sangat banyak dari berbagai lapisan kalangan masyarakat.

Penipuan bermodus penipuan lelang online melalui media sosial ini membuat masyarakat menjadi bingung dan resah karena kerugian yang dialaminya. Penipuan berkedok lelang online itu merugikan perusahaan gadai nasional, Pegadaian yang namanya dicatut untuk melakukan modus tersebut.

Baca juga : Untung Rugi Membeli Mobil dari Sistem Lelang

Menanggapi maraknya penipuan lelang online ini, Pegadaian meminta masyarakat mewaspadai penipuan berkedok lelang online yang mengatasnamakan Pegadaian. Pasalnya, penipuan ini beredar melalui berbagai media sosial oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Sampai saat ini Pegadaian tidak memiliki program atau melakukan lelang secara online. Proses lelang dilakukan secara langsung dan terbuka untuk semua orang di outlet-outlet Pegadaian, bazar, atau pameran,” kata Sekretaris PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo.

Baca juga : Mengenal Produk Gadai Efek dari Pegadaian

Sebenarnya aksi penipuan berkedok lelang adalah modus kejahatan yang sudah ada sejak lama. Awalnya jenis kejahatan ini bersifat konvensional, seiring dengan perkembangan zaman pelaku mengubah tindak kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi salah satunya melalui media sosial.

"Sebenarnya modus-modus penipuan tidak ada yang berubah, hanya yang dahulu itu adalah kejahatan konvensional sekarang dengan hadirnya teknologi sebagai enabler para pelaku penipuan ini juga menyesuaikan diri dan memanfaatkan teknologi untuk memuluskan dan mempercanggih upaya-upaya penipuan mereka,” kata Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja.


Modus penipuan lelang online ini muncul karena adanya pihak yang memanfaatkan situasi saat ini. “Penipuan lelang online ini adalah salah satu opportunity yang memanfaatkan kesulitan ekonomi masyarakat dengan menawarkan produk fiktif online dengan harga miring melalui lelang," tambah Ardi.

Aksi kejahatan lelang apapun bentuknya akan sulit untuk dicegah, bila seluruh elemen baik pemerintah dan masyarakat tidak bersama-sama untuk membangun awareness. Hal ini dapat dilakukan melalui edukasi dimulai dari sekolah hingga perguruan tinggi, juga dipadukan dengan pembangunan literasi digital.

Baca juga : Agar Tidak Menjadi Korban Berikutnya, Kenali 6 Ciri Penipuan Pinjaman Online

Ardi mengingatkan, modus pelaku kejahatan lelang online ini, tidak mengenal umur, status sosial, tingkat pendidikan, kedudukan dan jabatan. Hampir semua tingkatan masyarakat tersebut menjadi korban. Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat Indonesia jauh lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Sementara itu, untuk lembaga seperti Pegadaian juga harus punya komitmen untuk bisa jangan hanya melindungi perusahaan saja, namun seluruh ekosistem yang menjadikannya sebagai suatu perusahaan besar termasuk keamanan dan keselamatan nasabah dan calon nasabahnya. Oleh karena itu, langkah Pegadaian bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) merupakan langkah tepat.

Baca juga : Ini 8 Jenis Produk Pembiayaan dari Pegadaian Syariah

"Program komunikasi publik juga harus dijadikan salah satu program strategis yang rutin dijalankan guna menekan potensi kerugian yang bisa timbul akibat tindakan-tindakan kejahatan seperti lelang online," ungkap Ardi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 23, 2020, 3:24 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.