Selama Ramadan, Seperti Apa Perilaku Pengguna OVO?

Selama Ramadan, Seperti Apa Perilaku Pengguna OVO?

Perayaan Ramadan menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk menjalin silaturahmi dan berbagi kebahagiaan. Namun, kondisi pandemi membuat jalinan silaturahmi dan berbagi kebahagiaan sedikit berubah. Pandemi membuat banyak orang membatasi ruang gerak, termasuk bertemu keluarga dan sanak saudara.

OVO melihat adanya perubahan perilaku dari penggunanya selama Ramadan saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Akibat adanya pembatasan itu, aktivitas banyak dilakukan di rumah saja. Menghabiskan waktu bersama keluarga terdekat saja. Hal itu terlihat dari adanya peningkatan yang signifikan dalam pembelian pulsa selama bulan Ramadan.

Baca juga : OVO Jadi Mitra Resmi Uang Elektronik Program Kartu Prakerja

Data OVO menunjukkan, jumlah pulsa yang dibeli oleh seluruh pengguna OVO dapat digunakan untuk menelepon orang tersayang mereka selama 22 juta jam atau 2.552 tahun. Keperluan transfer seperti untuk pengiriman THR juga tinggi, di mana membutuhkan waktu selama lebih dari 3.800 hari untuk menyelesaikan seluruh transaksi transfer pengguna, apabila transaksi tersebut dilakukan di satu ATM.


Membeli makanan secara online untuk berbuka puasa menjadi salah satu alternatif utama bagi para pengguna. Hal ini dapat terlihat dari jarak yang ditempuh oleh pengemudi GrabFood untuk mengantar seluruh pesanan makanan kepada pengguna OVO setara dengan 3.000 kali perjalanan Pulang-Pergi Jakarta-Mekkah.

Berbelanja di bulan Ramadan juga tidak lepas dari kebiasaan masyarakat. Jika jumlah transaksi e-commerce digunakan untuk membeli kue kering Ramadan, toples kue tersebut jika disejajarkan bisa menjangkau dari Sabang hingga Merauke dan kembali lagi,” ungkap Head of PR OVO Sinta Setyaningsih.

Baca juga : Komitmen OVO untuk Pertumbuhan Inklusi Keuangan Indonesia

Nilai transaksi OVO selama Ramadan setara dengan 10 ketupat untuk seluruh masyarakat Indonesia yang jumlahnya 270 juta. Hal ini juga berdampak pada nilai top-up OVO Cash yang di mana jumlahnya dapat digunakan untuk membeli keperluan sembako untuk semua penduduk di 13 kota besar di Indonesia. Pasca-Ramadan dan Idul Fitri, OVO mengajak pengguna untuk tetap menggunakan pola bertransaksi digital yang cashless.

“OVO senang dapat turut membantu menyebarkan semangat Ramadan melalui ekosistem dan layanan kami, terlebih di masa-masa sulit seperti sekarang akibat pandemi Covid-19. Tingginya penggunaan dan kebutuhan pengguna atas layanan kami menjadi dorongan bagi OVO untuk senantiasa berinovasi dan memperkuat layanan dalam melayani segala kebutuhan finansial mereka,” tutup Sinta.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 22, 2020, 9:12 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.