Cara Mengoptimalkan Investasi di Masa Pandemi Ala PermataBank

Cara Mengoptimalkan Investasi di Masa Pandemi Ala PermataBank

Sejak coronavirus disease (Covid-19) ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO, kehidupan masyarakat di seluruh dunia sontak berubah. Penerapan pembatasan aktivitas hingga menutup akses aktivitas secara total membuat ruang gerak masyarakat dunia sangat terbatas. Salah satunya adalah Indonesia yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Setelah lebih dari tiga bulan lebih, Indonesia memutuskan untuk masuk ke masa transisi ke normal baru. Fase baru ini tentu memberi dampak terhadap cara baru hidup setelah pandemi. Termasuk pola pikir terhadap berinvestasi. Saat ini bisa dikatakan sebagai momentum yang tepat untuk memulai diversifikasi investasi seperti dalam bentuk reksa dana dan Obligasi Negara Ritel (ORI).

Baca juga : Kuartal I 2020 Pendapatan Operasional Permata Bank Tumbuh 15,5 persen

Menurut data riset PermataBank untuk Kepemilikan Asing Pasar Obligasi, total dana yang keluar dari pasar obligasi Indonesia mencapai Rp140 trilyun yang terjadi pada Maret 2020. Sementara, pada April-Mei 2020 mulai terlihat ada aliran dana masuk. Indonesia adalah negara yang memiliki perbedaan imbal hasil paling tinggi dengan US Treasury sebesar 7.12 persen yang merupakan salah satu indikator penting bagi investor asing untuk berinvestasi kembali di Pasar Obligasi Indonesia.

Selain pasar obligasi, pasar saham pun saat  ini sudah terkoreksi sehingga valuasi saham di Indonesia menjadi sangat relatif murah dibandingkan negara lainnya dengan Price to Earning (PE) Ratio sebesar 12.5 kali dan perbedaan PE Difference sebesar -3.66. Jadi, kondisi pasar saham dan pasar obligasi saat ini adalah momentum yang sangat tepat untuk melakukan diversifikasi investasi lebih besar pada pasar saham dan obligasi Indonesia, terutama reksa dana dan ORI017.


“PermataBank mendukung inisiatif Pemerintah yang telah membuka penawaran ORI017 dengan memudahkan para nasabah melakukan transaksi investasi dengan PermataMobile X dan PermataNet,” kata Direktur Retail Banking PermataBank Djumariah Tenteram.

Pemerintah Indonesia telah membuka masa penawaran ORI seri ORI017 pada tanggal 15 Juni 2020, memberikan momentum bagi masyarakat sebagai investor untuk memiliki surat utang pemerintah tersebut dari 15 Juni sampai 9 Juli 2020.

Baca juga : Solusi Transaksi dari Rumah dengan Permata Tabungan iB Bebas Syariah

Nilai lebih dari ORI017 adalah imbal hasil tetap sebesar 6,4 persen gross per tahun dan memiliki potongan Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 15 persen, lebih kecil dari potongan PPh final untuk bunga deposito dan tabungan sebesar 20 persen. Selain itu, investor ORI017 juga bisa mendapatkan potensi keuntungan capital gain dari apresiasi harga dengan cara menjual kepemilikan obligasinya di pasar sekunder.

Bagi nasabah yang tertarik berinvestasi dengan risiko yang minimal dan hasil imbal yang optimal, PermataBank memberikan kenyamanan bertransaksi reksa dana melalui digital dan pengelolaan portofolio secara aktif bersama oleh Manajer Investasi terdedikasi. Reksa dana memuat beberapa instrumen investasi seperti deposito, obligasi dan saham dalam satu portfolio. Hasilnya pun tidak dikenai potongan pajak karena bukan termasuk objek pajak.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 22, 2020, 8:40 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.