Iuran Tapera Wajib Hukumnya, Kapan Mulai Diberlakukan?

Iuran Tapera Wajib Hukumnya, Kapan Mulai Diberlakukan?

Pemerintah sudah resmi meluncurkan program Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat). Dasar hukum program tersebut dituangkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat pada awal Juni 2020.

Seperti isi dalam PP, Tapera merupakan penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta Tapera secara periodik dalam jangka waktu tertentu hanya dapat dimanfaarkan untuk pembiayaan perumahan dan atau dikembalikan berikut hasil penumpukannya setelah kepesertaannya berakhir.

Baca juga : Tapera untuk Siapa?

Tapera muncul untuk memenuhi kebutuhan rumah layak dan terjangkau bagi pesertanya. Tapera muncul untuk memenuhi kebutuhan rumah layak dan terjangkau bagi pesertanya. Selain itu, Program Tapera juga diharapkan akan mendorong peningkatan inklusi keuangan khususnya pada sektor Pasar Modal.

Lalu, kapan program Tapera ini mulai diberlakukan? Tapera ini merupakan skema pembiayaan berupa tabungan perumahan untuk pekerja baik PNS, TNI-Polri atau pekerja swasta dan mandiri. Berlakunya Tapera ini dimulai awal tahun 2021 dengan skema pemberlakuan bertahap sesuai dengan target peserta Tapera.


Mulai awal 2021, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) akan diwajibkan menjadi peserta Tapera. Itu artinya, setiap bulannya akan ada pemotongan gaji untuk iuran Tapera. “Fokus pertama ASN, karena itulah yang langsung uangnya gajinya dari bank dipotong masuk ke kita, sambil tunggu RP sedang digodok,” kata Komisioner BP-TAPERA Adi Setianto dalam keterangan pers yang diterima duitologi.com.

Tahun berikutnya, pada 2022 dan 2023, masuk pada target pegawan BUMN, BUMN, BUMDes, dan aparan TNI-Polri menjadi peserta Tapera. Pada 2027, seluruh pekerja sektor swasta yang memenuhi syarat (gaji UMR), wajib menjadi peserta Tapera dan mulai pemotongan gaji untuk iuran.

Baca juga : Selain Tapera, Ada KPR Bersubsidi dari BPJS Ketenagakerjaan

Sesuai dengan PP Penyelenggaraan Tapera, target dari program pembiayaan rumah ini ternyata bukan hanya warga negara asli Indonesia, tetapi warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia juga wajib menjadi peserta Tapera.

Berapa iurannya? Dalam pasal 15 Pemerintah Nomor 25/2020 dijelaskan bahwa besaran simpanan peserta ditetapkan sebesar 3 persen dari gaji. Besaran yang menjadi tanggungan pekerja adalah 2,5 persen. Sisanya, 0,5 persen menjadi kewajiban perusahaan tempatnya bekerja.

Baca juga : Ingin Punya Rumah Sejak Muda? Kenapa Tidak

Bagi WNI dan WNA yang sudah menjadi peserta Tapera akan diberikan nomor identitas yang berfungsi sebagai bukti kepesertaan, pencatatan administrasi, simpanan, dan akses informasi Tapera. Perlindungan juga memberi jaminan atas hak-hak peserta Tapera.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 18, 2020, 9:38 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.