Gaji Dipotong untuk Tapera, Bagaimana Hitungannya?

Gaji Dipotong untuk Tapera, Bagaimana Hitungannya?

Hadirnya Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 merupakan upaya Pemerintah untuk melengkapi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan kemudian disahkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Penyelenggaraan ProgramTapera diperuntukkan bagi seluruh segmen Pekerja dengan azas gotong royong. Tapera bertujuan untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi peserta. Program serupa Tapera juga sudah dilaksanakan di berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, China, India, dan Korea Selatan.

Baca juga : Iuran Tapera Wajib Hukumnya. Kapan Mulai Diberlakukan?

Iuran Tapera

Bagaimana hitungannya? Mengenai besaran iuran Tapera teruang dalam Pasal 15 ayat 1 dan 2 PP Nomor 25 Tahun 2020. Pasal 15 ayat 1 berbunyi, “Besaran Simpanan Peserta ditetapkan sebesar 3% (tiga persen) dari Gaji atau Upah untuk Peserta Pekerja dan Penghasilan untuk Peserta Pekerja Mandiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (3).”

Sementara dalam Pasal 15 ayat 2 berbuyi, “Besaran Simpanan Peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Peserta Pekerja ditanggung bersama oleh Pemberi Kerja sebesar 0,5% (nol koma lima persen) dan Pekerja sebesar 2,5% (dua koma lima persen).”

 

Simulasi Iuran Tapera

Berdasarkan bunyi Pasal 15 ayat 1 dan 2, maka bisa didapat simulasi hitungan mengenai iuran Tapera. Ilustrasinya, Jika Anda adalah seorang karyawan dengan gaji setiap bulan sebesar Rp5.000.000.

Berikut simulasi untuk karyawan:

Dengan gaji Rp Rp5.000.000 per bulan, maka Anda akan dikenakan potongan gaji 2,5 persen untuk iuran Tapera, yaitu 2,5% x Rp5.000.000 = Rp125.000.

Simulasi untuk perusahaan:

Dengan gaji Rp Rp5.000.000 per bulan, maka perusajaan akan dibebankan  0,5 persen untuk iuran Tapera, yaitu 0,5% x Rp5.000.000 = Rp25.000.

Baca juga : Selain Tapera, Ada KPR Bersubsidi dari BPJS Ketenagakerjaan

Peserta Tapera

Sesuai dengan PP tersebut, peserta Tapera adalah setiap pekerja yang berpenghasilan upah minimum wajib menjadi peserta. Bukan hanya Warga Negara Indonesia (WNI), Warga Negara Asing (WNA) yang yang bekerja di Indonesia juga wajib menjadi peserta Tapera.

Peserta Tapera meliputi calon PNS, Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit dan siswa Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pejabat negara, pekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milih Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Desa, perusahaan swasta, dan pekerja apa pun yang menerima upah.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 18, 2020, 12:48 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.