Di Era Transisi, Pengelola Mal Harus Mengadaptasi Inovasi Teknologi

Di Era Transisi, Pengelola Mal Harus Mengadaptasi Inovasi Teknologi

Para pelaku bisnis pusat perbelanjaan atau mal saat ini bersiap menyambut pengunjung menjelang dibukanya kembali pusat perbelanjaan. Memang, bisnis mal  termasuk salah satu sektor yang mengalami pukulan berat akibat pandemi Covid-19, di mana selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta jumlah pengunjung mal berkurang hingga 49 persen dari sebelumnya.

Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada pergeseran perilaku konsumen yang akan mengutamakan faktor kesehatan dan kebersihan. Para pengelola pusat perbelanjaan perlu dapat mengembalikan keyakinan konsumen untuk kembali berkunjung, dengan cara memastikan penerapan protokol kesehatan, baik oleh pihak mal maupun oleh para penyewa atau pemilik toko di dalamnya.

Baca juga : LIma Kebiasaan yang Tetap Perlu Dilakukan Saat New Normal

Konsumen juga mengharapkan agar para pekerja seperti petugas keamanan, resepsionis, pelayan restoran dan kasir dilengkapi dengan alat-alat kesehatan seperti pelindung wajah, masker, sarung tangan dan pembersih tangan. Pengunjung juga cenderung akan mengurangi interaksi sentuhan dengan orang-orang dan lingkungan sekitar, karena pengelola pusat perbelanjaan perlu melakukan inovasi. 

Director Consumer Insight Nielsen Connect Indonesia Rusdy Sumantri mengatakan, menghadapi era transisi ini, pusat perbelanjaan dapat mengadaptasi inovasi teknologi seperti menggunakan sensor tanpa sentuhan pada tombol lift atau mesin tiket parkir, dan pada alat-alat di area toilet. Hal tersebut diyakini akan dapat membuat pengunjung merasa lebih aman dan nyaman.


Pengelola atau pemilik pusat perbelanjaan juga perlu berusaha untuk dapat meyakinkan konsumen agar merasa aman kembali mengunjungi mal dengan komunikasi yang intens dan berkala. Terkait hal ini, pusat perbelanjaan dan pemilik merek harus berani untuk banyak beriklan dan menunjukkan positioning mereka terkait upaya-upaya yang dilakukan untuk untuk menjamin keselamatan pengunjung.

Pemilik merek dapat memanfaatkan akun sosial media korporat untuk memperkuat kedekatan dengan konsumen. Tetap memanfaatkan media elektronik, media cetak atau media luar ruang juga akan sangat membantu menjangkau konsumen lebih luas.

Baca juga : Apa Saja Perubahan Perilaku di Era New Normal?

Konten komunikasi yang menunjukkan kelebihan mal seperti penerapan protokol kesehatan menggunakan masker pada pekerja, cara penyajian dan pengolahan makanan yang bersih dan sehat, maupun inovasi teknologi yang dilakukan, dibalut dengan kemasan yang menarik dan kreatif akan menarik konsumen untuk berkunjung.

“Penting bagi pelaku bisnis pusat perbelanjaan atau mal serta para penyewa di dalamnya untuk bisa mengakomodir kebiasaan baru atau “new normal” dari konsumen. Tidak hanya terkait masalah pelaksanaan protokol kesehatan, tetapi mengkomunikasikan segala bentuk upaya atau inovasi yang dilakukan juga sangat penting untuk membangun kepercayaan pengunjung serta bangkit lagi untuk menjalankan bisnis dengan lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Rusdy.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 17, 2020, 10:31 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.