Tips Mengelola Keuangan di Masa Transisi Kenormalan Baru

Tips Mengelola Keuangan di Masa Transisi Kenormalan Baru

Menyusun rencana keuangan penting dilakukan dalam menghadapi era transisi kenormalan baru. Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat dampak dari Covid-19, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan dana untuk pengeluaran.

Di tengah ketidakpastian ini otomatis pasti, setiap orang akan lebih berhati-hati dalam melakukan spending karena ada kekhawatiran kalau ada pengeluaran berlebihan, apakah masih sanggup untuk membiayai rumah tangga rumah tangga ke depannya. Nah, kalau pengeluaran sudah diantisipasi, selanjutnya adalah melakukan prioritas.

Baca juga : Apa Saja Perubahan Perilaku di Era New Normal?

“Sekarang kita perlu melakukan prioritas. Banyak orang sekarang lebih berhati-hati. Ada tips dari saya bagi warganet yang sedang ingin merencanakan keuangannya kembali menghadapi transisi menuju kenormalan yang baru,” kata Perencana Keuangan ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie dalam Grand Launching Virtual ORI017 (15/6/2020).

Pertama, setiap orang harus mengevaluasi kembali pemasukan dari mana saja sehingga diketahui seperti apa anggaran atau budget untuk pos-pos pengeluaran. Kedua, membuat anggaran yang baru. Agar tidak membingungkan, maka postur anggaran baru ini bisa meliputi tiga hal, yaitu living (biaya hidup sehari-hari), saving (dana darurat, tabungan, investasi), dan playing (biaya untuk hiburan).

Baca juga : Bagaimana Mengatur Keuangan di Era New Normal?

“Pada saat kita berbicara soal financial planning tadi maka kita tetap berpegang sebaiknya kita memiliki tiga hal, yaitu saving, investing, dan protection. Dalam hal ini adalah senjata kita dalam menghadapi transisi kenormalan baru,” terang Prita.


Dalam saving, biasanya setiap orang punya kebutuhan yang sudah direncanakan dalam satu atau dua tahun ke depan. Artinya, orang yang memiliki rencana dalam saving biasanya akan lebih mudah dalam mengelola stres. Jadi, kecemasan-kecemasan hidup dalam hal keuangan lebih berkurang kalau mau direncanakan.

Kemudian investing. Kenapa harus ada investasi? Karena sebenarnya setiap orang sadar bahwa hidup harus terus berjalan. Kalau bicara kenormalan baru, mau apapun yang terjadi, hidup akan terus berjalan dan kita harus bisa bangkit serta optimis.

Baca juga : Belajar Mengatur Duit Ala Ibu-Ibu Zaman Dahulu

Nah, salah satu bentuk optimis dengan menghadapi masa depan dengan berinvestasi. Itulah kenapa pentingnya dalam menghadapi itu semua setiap orang perlu ada dana darurat, menabung untuk kebutuhan, dan tetap berinvestasi karena setiap orang memerlukan berbagai kebutuhan di masa depan.

Memang masa pandemi Covid-19 bukan hanya meluluhtantakkan berbagai sendi perekonomian, tetapi juga menuntut banyak orang untuk mengubah pola keuangan. Namun, masa pandemi ini ternyata juga punya sisi positive side, di mana banyak orang sadar untuk mulai merencanakan keuangan.

Baca juga : Lima Kebiasaan yang Tetap Perlu Dilakukan Saat New Normal

“Di masa pandemi ini banyak sekali warga di Indonesia, 83 persen masyarakat di Indonesia menjadi sadar bahwa harus mulai merencanakan keuangan. Jadi rupanya mereka juga sadar adanya ketidakpastian dalam masa depan seperti apa,” kata Prita Ghozie.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 16, 2020, 12:56 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.