Perluas Jangkauan, PermataBank Syariah Resmikan Tiga Kantor Cabang Baru

Perluas Jangkauan, PermataBank Syariah Resmikan Tiga Kantor Cabang Baru

Era normal baru atau new normal, industri perbankan bergerak cepat berinovasi dengan memunculkan berbagai layanan digital. Pandemi Covid-19 mendorong perubahan perilaku masyarakat dengan lebih banyak beraktivitas menggunakan fasilitas digital.

Namun, digitalisasi di era normal baru ini bukan berarti, cara transaksi secara offline di industri perbankan sudah tidak efektif lagi. Pasalnya, tidak semua transkasi bisa dilakukan secara online. Ada beberapa hal yang memang harus tetap dilakukan secara konvensional.

Di tengah masa pandemi ini, PermataBank Syariah justru membuka tiga kantor cabang baru di lokasi berbeda, yaitu KCS Depok, KCS Lampung, dan KCS Mataram – Nusa Tenggara Barat. Penambahan kantor cabang baru ini merupakan upaya memberikan pelayanan transaksi dan produk perbankan syariah baik secara offline (dengan bantuan staf) maupun secara online (self-service).

Baca juga : Kuartal I 2020, Pendapatan Operasional PermataBank Tumbuh 15,5 Persen

Dalam memberikan pelayanannya PermataBank Syariah terus berinovasi untuk memudahkan nasabah beradaptasi dengan kondisi new normal, di antaranya berbagai kemudahan dalam melakukan transaksi perbankan maupun proses pembukaan rekening syariah seperti tabungan, giro, dan deposito secara digital melalui PermataMobile X.

Direktur Unit Usaha Syariah PermataBank Herwin Bustaman mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, kinerja PermataBank Syariah tetap mampu membukukan pertumbuhan aset sebesar 2 persen, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 18 persen dari periode yang sama tahun lalu.

“Pembukaan Kantor Cabang Syariah di ketiga lokasi ini merupakan salah satu strategi kami untuk memperluas jangkauan produk PermataBank Syariah di Indonesia. Inovasi digital melalui super app PermataMobile X untuk Shariah Banking juga terus kami lakukan sebagai solusi dalam kondisi new normal nanti,” katanya.


Data Statistik Perbankan Indonesia dan Statistik Perbankan Syariah menunjukan rata-rata pertumbuhan aset syariah antara 2017 dan 2019 sebesar 14 persen, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan aset perbankan umum sebesar 8 persen.

Berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2018/19 yang diterbitkan Thomson Reuters, Indonesia merupakan Top 5 Pasar di Dunia untuk Halal Travel dan Halal Fashion. Estimasi pengeluaran pada kedua sektor ini mencapai US$274 miliar (Halal Travel) dan US$361 miliar (Halal Fashion) di tahun 2023 sehingga infrastruktur pada kedua sektor ini sangat diperlukan khususnya melalui layanan perbankan transaksional dan juga pembiayaan.

Baca juga : OJK: Perlu Ada Terobosan Mendorong Pertumbuhan Keuangan Syariah

Berdasarkan jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun pada Februari 2020, pangsa pasar Bank Syariah di Lampung mencapai 7 persen atau setara Rp3,0 triliun. Sedangkan untuk NTB mencapai 30 persen atau setara Rp8,8 triliun. Hal ini tentunya memperlihatkan bahwa baik di Lampung atau Mataram potensi Bank Syariah tumbuh masih terbuka dengan lebar.

Sumber Laporan Statistik Perbankan Indonesia OJK menjelaskan, perkembangan bisnis syariah di kedua provinsi tersebut juga cukup bagus. Terlihat dengan peningkatan pangsa pasar DPK Bank Syariah yang meningkat dimana pada posisi Februari 2019 (YoY), pangsa pasar Bank Syariah di Lampung baru 6 persen atau setara Rp2,6 triliun sedangkan di NTB berada di angka 25 persen atau setara Rp7,4 triliun.

Sedangkan secara demografis, wisata halal sedang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat. Lebih dari itu, pangsa pasar dana pihak ketiga perbankan syariah di provinsi Nusa Tenggara Barat pada posisi Februari tahun 2020 sebesar 30 persen dan terus tumbuh adalah potensi bisnis syariah yang sangat baik sehingga faktor-faktor tersebut menjadi penguat strategi bisnis PermataBank Syariah di wilayah Indonesia timur.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 15, 2020, 9:49 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.