3 Strategi Bank BRI Menghadapi Era New Normal

3 Strategi Bank BRI Menghadapi Era New Normal

Era new normal sudah di depan mata. Semua pihak harus siap menghadari pola hidup yang baru. Bukan hanya dala kehidupan keseharian masyarakat, tetapi semua lembaga dan instansi harus mulai beradaptasi dengan era kenormalan baru ini.

Dalam bisnis khususnya sektor perbankan, new normal pun menjadi penting untuk diterapkan. Salah satu bank plat merah, yakni PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyiapkan strategi untuk beradaptasi menghadapi era new normal ini. Transformasi merupakan cara yang disiapkan perusahaan untuk dapat bertahan dan tetap tumbuh di masa mendatang.

Baca juga : Ini Kunci Era New Normal di Industri Keuangan

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengungkapkan, sebenarnya transformasi sudah dijalankan oleh Bank BRI sejak tahun 2016. “Objek transformasi BRI dilakukan di dua area, yakni digital dan culture dan pandemi yang terjadi menjadi akselerator transformasi tersebut,” ujar Sunarso dalam keterangan resminya.

Adapun strategi BRI dalam menghadapi era new normal terbagi menjadi tiga hal utama, yakni pada pekerja dan jaringan, teknologi informasi (IT) dan digital serta bisnis proses. Pertama, untuk pekerja dan jaringan BRI menerapkan flexy working, perubahan fungsi dan peran jaringan kantor BRI, coworking space dan penerapan protokol kesehatan di seluruh kantor BRI.


Kedua, dalam hal IT dan Digital perseroan menyiapkan kehandalan sistem dan jaringan serta keamanan sehingga masyarakat mudah dan aman bertransaksi perbankan BRI. “Terakhir, BRI mengubah produk, bisnis proses dan operasional menyesuaikan perilaku masyarakat seperti dengan menghadirkan pinjaman digital dan simpanan digital dengan tetap tumbuh sehat melalui selective growth,” imbuhnya.

Komitmen BRI dalam menjaga kualitas bisnisnya dengan selective growth di tengah pandemi tercermin dari kinerja hingga akhir kuartal I 2020. Penyaluran kredit BRI tercatat sebesar Rp930,7 triliun atau tumbuh 10,1 persen year on year, di mana pertumbuhan ini di atas rata rata industri perbankan nasional.

Baca juga : BRI Hadirkan Layanan Pembayaran Zakat Secara Online

Di samping terus mengucurkan kredit, BRI juga gencar melakukan restrukturisasi pinjaman usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19. Hingga akhir Mei 2020 tercatat BRI telah melakukan restrukturisasi terhadap 2,3 juta pelaku UMKM dengan total pinjaman mencapai Rp140,24 Triliun.

“Dengan strategi yang telah disiapkan dan dengan pengelolaan manajemen risiko yang memadai, Bank BRI optimistis dapat melalui pandemi ini dengan tetap menjaga kualitas bisnisnya serta mencapai visi untuk menjadi The Most Valuable Bank and Home To The Best Talent” pungkas Sunarso.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 10, 2020, 12:51 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.