Pelaku Bisnis Waralaba Harus Siap Menghadapi Kenormalan Baru

Pelaku Bisnis Waralaba Harus Siap Menghadapi Kenormalan Baru

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kini memasuki fase transisi selama bulan Juni. Kegiatan sosial dan ekonomi secara bertahap sudah dapat dilakukan. Pemerintah juga tengah menyiapkan protokol aktivitas masyarakat dalam menjalani new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19 yang akan diterapkan usai PSBB berakhir.

Menghadapi kenormalan baru, para pelaku usaha masih optimis bahwa ekonomi Indonesia akan membaik. Apalagi di industri lisensi dan waralaba yang masih terbuka peluang usahanya. Adanya kenormalan baru membuat pelaku usaha perlu untuk mengubah model bisnisnya disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Baca juga : Indonesia Menuju New Normal: McKinsey: Ada Perubahan Pola Belanja

Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar. Saat ini, masih ada pergerakan ekonomi dalam bisnis waralaba dan perlu adanya pengembangan produk atau bisnis baru untuk bertahan di situasi saat ini,
“Para pelaku bisnis yang sedang mengalami hambatan perlu melakukan new business atau new product development. Perlu untuk mempelajari product development agar bisa beradaptasi di segala situasi,” ujar Anang dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com (8/6/2020).

Baca juga : Apa Saja Perubahan Perilaku di Era New Normal?

Salah satu alasannya, model bisnis waralaba mempunyai keunggulan dan keunikan tersendiri yang dapat bertahan dan berkelanjutan (sustainability) dalam menghadapi kenormalan baru. “Dalam menghadapi new normal, pelaku bisnis perlu menyesuaikan dengan situasi karena adanya perubahan consumer behavior. Misalnya menyesuaikan dari sisi promosi atau operasionalnya,” kata Anang.


Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) Susanty Widjaya CFE menjelaskan, para pelaku bisnis memiliki kenyakinan bahwa ekonomi akan tumbuh dan kondisi akan berangsur normal sehingga perlu kesiapan untuk recovery karena setiap krisis selalu ada opportunity (kesempatan atau peluang).

“Bagaimana kita sebagai pelaku bisnis melakukan shifting model bisnisnya untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini atau mencari bisnis baru dengan menjalankan new normal dengan panduan yang sewajarnya dipatuhi tentunya,” ucapnya.

Baca juga : Ini Kunci Era New Normal di Industri Keuangan

Sementara itu, Pietra Sarosa dari Sarosa Consulting saat kegiatan webinar International Franchise, License, And Business Concept Expo & Conference (IFRA) pada akhir Mei 2020 menjelaskan, setelah pandemi adanya perubahan tren perilaku konsumen sehingga para pelaku bisnis perlu beradaptasi dan melakukan perubahan model bisnis.

Pietra membagikan kiat bertahan setelah pandemi antara lain melakukan efisiensi, mengubah dan/atau menyesuaikan model bisnis, menambah produk baru, dan memperkuat positioning. Melihat peluang dalam setiap situasi dan menyesuaikannya dengan bisnis dapat membuat bisnis mampu bertahan bahkan meningkat.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 9, 2020, 10:04 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.