Setelah WFH, Ada Flexible Working Space sebagai New Normal

Setelah WFH, Ada Flexible Working Space sebagai New Normal

Tidak ada yang menyangka pandemi Covid-19 akan terjadi begitu lama. Sejak kasus pertama diumumkan di Indonesia pada 2 Maret 2020, dampaknya sangat luar biasa. Semua lini bisnis terdampak dan secara cepat mengambil langkah penyelamatan bisnis.

Kondisi saat ini memaksa semua orang untuk menjalani kehidupan berbeda dari sebelumnya. Selama tiga bulan, setiap orang “dipaksa” untuk lebih peduli pada aspek kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dengan sesama, lebih sering mencuci tangan, dan lain sebagainya, itu yang sering disebut dengan protokol kesehatan.

Baca juga : Tetap Produktif Bekerja dari Rumah dengan Hal Sederhana

Bukan hanya lingkungan masyarakat saja, dalam lingkup kerja pun protokol kesehatan juga diminta untuk diterapkan. Cara kerja institusi pemerintahan pun dituntut untuk beradaptasi dengan kenormalan baru tersebut.

Istilah new normal muncul hampir bersamaan dengan rencana Presiden Joko Widodo untuk meberi kelonggaran penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Banyak pihak mengaitkan new normal sebagai cara hidup baru setelah pandemi Covid-19 muncul pada akhir Desember 2019 dan belum ditemukan antivirus Covid-19.

Baca juga : Fakta Menarik Perilaku Konsumen Selama Periode Work From Home

New normal sebenarnya bukan istlah yang baru. New normal adalah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang mengacu pada kondisi keuangan setelah krisis keuangan 2007-2008 dan setelah resesi global 2008-2012. Istilah ini sejak itu telah digunakan dalam berbagai konteks lain untuk menyiratkan bahwa sesuatu yang sebelumnya tidak normal telah menjadi biasa.


Work From Home dan Flexible Working Space

Work from home (WFH) adalah salah satu bentuk penerapan new normal dalam dunia kerja. WFH adalah suatu istilah bekerja dari jarak jauh, lebih tepatnya bekerja dari rumah. Pekerja tidak perlu datang ke kantor tatap muka dengan para pekerja lainnya. Work from home ini sudah tidak asing bagi para pekerja freelancer, namun lebih sering menyebutnya dengan kerja remote atau remote working.

Work from home dan remote working sebenarnya tidak ada bedanya hanya istilah saja, yang membedakan hanyalah peraturan perusahaan mereka bekerja. Ada yang menerapkan working hours normal pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB atau jam kerja bebas asal pekerjaan beres dan komunikasi selalu fast respon.

Baca juga : Penyebab Boros Saat Work From Home WFH

Belakangan ini muncul istilah lainm yaitu flexible working space (FWS). Istilah ini muncul saat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong penerapan flexible working space (FWS) sebagai bentuk new normal di Kementerian Keuangan pasca pandemi Covid-19. Apa sebenarnya flexible working space (FWS)?

Sejatinya, flexible working space (FWS), yang konsepnya mirip dengan work from home (WFH). Flexible working space (FWS) merupakan pengaturan pola kerja pegawai yang memberikan fleksibilitas lokasi bekerja selama periode tertentu dengan memaksimalkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan dan menjaga produktivitas pegawai serta menjamin keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi institusi.

Baca juga : Efektifkah Penerapan Work From Home?

Kebijakan FWS yang didorong oleh Kementerian Keuangan ini sebenarnya bukan yang pertama. Sebelumnya, flexible working space ini sudah diterapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sejak awal tahun 2020.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 5, 2020, 9:11 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.