4 Alasan Kenapa Perlu Menonaktifkan NPWP Pribadi

4 Alasan Kenapa Perlu Menonaktifkan NPWP Pribadi

Ada alasan seorang kenapa seseorang harus mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Selain berfungsi sebagai identitas Wajib Pajak, NPWP juga berguna untuk mencatat seluruh administrasi perpajakan yang Anda lakukan. Setiap pembayaran dan pelaporan pajak yang Anda lakukan akan terekam dalam kartu NPWP yang Anda miliki.

Secara umum, NPWP yang Anda miliki merupakan jenis NPWP pribadi atau perorangan. Maka selama Anda masih tercatat sebagai wajib pajak yang memiliki penghasilan, Anda harus menunaikan pembayaran pajak yang besarannya diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga : Ini Batas Minimum Gaji yang Terkena Pajak

Memang ada situasi yang membolehkan Anda untuk tidak lagi diwajibkan untuk membayar pajak pribadi. Caranya dengan menonaktifkan status NPWP dari aktif menjadi non-aktif yang bersifat sementara. Namun, untuk bisa menonaktifkan NPWP itu, Anda harus memiliki alasan yang kuat. Berikut empat alasan untuk menonaktifkan NPWP pribadi seperti dikutip dari qmfinancial.com.

1. Pindah ke Luar Negeri

Alasan pertama yang bisa dijadikan untuk menonaktifkan NPWP pribadi sementara adalah jika Anda pindah ke luar negeri atau untuk menetap minimal selama 183 hari berturut-turut dalam satu tahun, namun tidak berniat meninggalkan Indonesia selama-lamanya maka Anda bisa menonaktifkan NPWP.

Setelah NPWP dinonaktifkan, Anda tidak perlu khawatir akan ditarik pajak pribadi seperti sebelumnya, karena berarti sudah tidak termasuk dalam daftar NPWP yang diawasi secara rutin oleh Dirjen Pajak.


2. Kehilangan pekerjaan

Alasan lain adalah apabila seorang karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau apapun yang menyebabkan tidak mempunya penghasilan seperti sebelumnya. Jika Anda mengalami kondisi itu, maka Anda bisa mengajukan permohonan menonaktifkan NPWP.

Untuk alasan ini, permohonan menonaktifkan NPWP harus dilakukan sendiri dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang biasa Anda menyampaikan laporan SPT tahunan. Proses penonaktifan NPWP tidak akan lama. Setelah diproses, maka kita tidak perlu lagi menyampaikan SPT Tahunan seperti biasanya, karena kita sudah tak berpenghasilan.

3. Penghasilan di Bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Tidak semua orang yang memiliki penghasilan ternyata wajib membayar pajak. Ada batasan siapa saja yang menjadi wajib pajak. Hal itu tercantum dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) dan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No. 243/PMK.03/2014 tentang Surat Pemberitahuan (SPT).

Baca juga : Belum Punya NPWP? Ini Syarat dan Cara Membuatnya

Berdasarkan Permenkeu yang diterbitkan pada 27 Juni 2016 itu, setiap orang yang memiliki penghasilan sebesar Rp54 juta setahun ditetapkan sebagai wajib pajak. Artinya, hanya orang berpenghasilan di Rp4,5 juta perbulan saja yang wajib membayar pajak. Batasan pendapatan wajib pajak itu sesuai dengan PPh Pasal 21 atau disebut Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

4. Belum Ada Keputusan Penghapusan NPWP Pribadi

Anda juga bisa menggunakan alasan ini untuk bisa menonaktifkan NPWP pribadi sementara. Alasan itu seperti wajib pajak sudah meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan, wajib pajak telah meninggalkan Indonesia selama-lamanya, dan seorang wanita yang dahulu menjadi wajib pajak kemudian menyatukan kewajiban bayar pajak pribadi dengan suami.

Jangan khawatir, proses permohonan penonaktian NPWP tidak terlalu rumit, namun tetap membutuhkan waktu yang relatif lama. Hal itu karena Anda harus melewati beberapa prosedur dan proses untuk memastikan bahwa alasan Anda benar-benar diterima.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 5, 2020, 11:39 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.