Bagaimana Mengatur Keuangan di Era New Normal?

Bagaimana Mengatur Keuangan di Era New Normal?

Memasuki era new normal menuntut setiap orang untuk mulai mengubah kebiasaan sebelumnya. Bukan hanya perilaku menjaga kesehatan, tetapi juga kebiasaan dalam mengatur keuangan. Tentu akan ada perubahan dalam porsi pengelolaan keuangan. Ada pos-pos pengeluaran yang akan lebih dihemat karena di era baru ini tidak akan sama dengan masa sebelumnya.

Untuk itu, Anda perlu menjalankan beberapa langkah mengatur keuangan usai menghadapi kondisi krisis agar lebih siap menghadapi fase new normal. Secara garis besar, memang dalam mengatur keuangan tidak akan banyak perubahan. Namun tetap saja ada beberapa hal yang harus tetap diperhatikan dalam mengatur keuangan di era new normal ini.

Baca juga : Langkah Pintar Menganalisa Rencana Keuangan dalam Setahun

Apa saja langkah yang harus diperhatikan dalam mengatur keuangan pribadi atau keluarga di fase new normal? Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

1. Memeriksa dan Mengatur Keuangan

Langkah pertama yang harus disiapkan untuk menghadapi kondisi new normal ialah memeriksa kembali berbagai komponen pemasukan dan pengeluaran. Di sisi pemasukan, coba periksa dari mana saja sumber penghasilan Anda dapatkan dan hitung nilai pemasukan tersebut. Langkah ini penting karena akan memengaruhi rencana pengeluaran pribadi atau keluarga di saat new normal mendatang.

Di sisi pengeluaran, Anda bisa memeriksa biaya-biaya apa saja yang sebelumnya dipangkas dengan tujuan berhemat ketika kondisi krisis berlangsung. Kemudian, mempertimbangkan biaya yang perlu ditambah untuk memperlancar proses produksi saat new normal, setelah sebelumnya banyak berhemat.

Baca juga : Mau Dapat Uang Tambahan dengan Cepat? Lakukan Cara-cara Sederhana ini

Setelah memeriksa pemasukan dan pengeluaran, langkah selanjutnya adalah mengatur ulang pola keuangan pribadi atau keluarga. Buatlah rencana keuangan dengan pola baru sesuai taksiran aktivitas baru dalam fase new normal dan buat anggaran yang realistik. Bagi Anda yang sudah berkeluarga, jangan lupa ajak pasangan Anda untuk menyusun anggaran keuangan baru di era new normal ini.


2. Dana Darurat

Dalam kehidupan, akan selalu ada kejadian yang tidak diduga. Entah itu berupa musibah atau kejadian lain yang pastinya akan menguras pundi-pundi keuangan. Maka dari itu, Anda sangat membutuhkan dana darurat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga tersebut.

Dana darurat merupakan sejumlah dana yang disediakan dalam keuangan, di mana dana ini secara khusus digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi tidak terduga dalam kehidupan. Artinya, dana ini hanya akan Anda gunakan saat menghadapi hal-hal darurat yang tidak bisa diatasi dengan keuangan secara normal (sesuai anggaran tetap).

Baca juga : Dana Darurat, Penyelamat Saat Mendesak

Berapa dana darurat yang harus disiapkan? Secara garis besar, jumlah dana darurat dibagi berdasarkan status seseorang, apakah lajang, menikah, menikah dengan satu anak, dan menikah dengan dua anak atau lebih. Bagi Anda yang masih lajang, disarankan untuk menyiapkan dana darurat sebanyak empat kali pengeluaran bulanan.

Bila sudah menikah, dana darurat lebih besar menjadi enam kali pengeluaran bulanan. Kemudian, untuk yang sudah menikah dengan satu anak, dana daruratnya menjadi sembilan kali pengeluaran bulanan. Jumlah dana darurat yang perlu disiapkan akan semakin besar bagi Anda yang sudah menikah dengan dua anak atau lebih, yaitu 12 kali pengeluaran bulanan.


3. Evaluasi Utang

Selain membuat perencanaan dan menyiapkan dana darurat, Anda juga harus mengevaluasi kembali utang dan piutang yang Anda miliki. Evaluasi utang bisa dilakukan dengan mengurutkan dari utang yang nilannya besar hingga terkecil dan tenor yang paling pendek ke paling panjang. Dengan begitu, Anda memperoleh gambaran terkait posisi utang dan kewajiban lain yang perlu dilunasi.

Kemudian, membuat prioritas kewajiban mana saja yang perlu dibayarkan terlebih dahulu, dan kewajiban apa yang dianggap lunak sehingga bisa ditunda tanpa merugikan perusahaan di kemudian hari. Anda juga disarankan bernegosiasi dengan pihak kreditur untuk merestrukturisasi utang agar bisa menggunakan dana cadangan untuk menggenjot produksi di fase new normal.

Baca juga : Aset Berharga adalah tidak Punya Utang

4. Tingkatkan Penghasilan

Jika ternyata Anda mengalami kesulitan untuk melakukan penghematan, sementara pengeluaran masih terbilang besar, maka tidak ada cara lain Anda harus medapatkan penghasilan dari sumber lain. Anda bisa memulai dengan hal-hal yang Anda sukai seperti hobi fotografi atau jika punya bakat bisnis Anda memulai berjualan online.

Ada beberapa sektor bisnis yang diprediksi akan bisa bangkit kembali Di era new normal ini. Bisnis itu antara lain layanan pengiriman barang, layanan dan produk kesehatan, aplikasi hiburan dan edukasi online, kuliner, dan produk kecantikan. Semuanya tentu basisnya adalah online karena di era baru ini setiap orang akan lebih menggunakan aplikasi digital.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 3, 2020, 4:54 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.