Apa Saja Perubahan Perilaku di Era New Normal?

Apa Saja Perubahan Perilaku di Era New Normal?

Tampaknya pemerintah akan segera memberlakukan era baru yang diberi nama new normal. Kondisi ini merupakan kebiasaan baru yang nantinya harus diterapkan oleh setiap orang dalam melakukan aktivitas dengan memperhatikan protokol-protokol baru. Dalam kondisi sekarang seperti protokol kesehatan mulai dari pembatasan jumlah orang yang berkumpul, pemakaian masker hingga pemeriksaan suhu tubuh.

New normal sebenarnya buka istilah yang baru. New normal adalah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang mengacu pada kondisi keuangan setelah krisis keuangan 2007-2008 dan setelah resesi global 2008-2012. Istilah ini sejak itu telah digunakan dalam berbagai konteks lain untuk menyiratkan bahwa sesuatu yang sebelumnya tidak normal telah menjadi biasa.

Baca juga : Indonesia Nenuju New Normal, McKinsey: Ada Perubahan Pola Belanja

Penerapan new normal mau tidak mau memang harus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Memakai masker secara wajib selama ada di tempat umum, dan pemeriksaan suhu tubuh di setiap pintu masuk gedung perkantoran, dan rajin menggunakan hand sanitizer menjadi salah satu bentuk kehidupan normal baru.

Pandemi ini juga menuntut siapa saja untuk mengubah perilakunya. Dalam artikel Forbes (20/4/2020) menjelaskan, ada beberapa perilaku yang akan berubah walau corona sudah berlalu. Apa saja itu?

1. Berhati-hati Mengatur Keuangan

Pandemi Covid-19 menyebabkan krisis ekonomi secara global. Banyak korban akibat wabah ini mulai dari ekonomi terpuruk, tingginya orang-orang yang kehilangan pekerjaan dan bisnis jatuh berguguran. Kondisi ini tentu akan membuat banyak orang merogoh kantong lebih dalam untuk memenuhi kebutuhannya.

Selain itu, orang-orang juga akan lebih selektif dalam membeli berbagai produk karena didorong faktor kehati-hatian dalam mengatur keuangan. Apalagi dalam kondisi saat ini, pendapatannya sudah tidak seperti sebelumnya dan orang-orang juga akan didorong berpikir menabung.


2. Serba Virtual

Jika sebelum pandemi, dunia virtual atau online tidak begitu mendominasi, justru kondisi sekarang adalah kebalikannya. Semua aktivitas baik pekerjaan atau perbelanjaan didorong untuk dilakukan secara virtual atau online. Hal itu sesuai dengan anjuran pemerintah tentang physical distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Begitu juga dengan berbelanja, perilaku belanja online dikatakan masih akan berlanjut walau Covid-19 sudah berlalu.

3. Memilih Layanan Kesehatan Online

Era new normal akan membuat banyak layanan kesehatan bisa dilakukan secara online. Saat ini sudah banyak rumah sakit yang menyediakan layanan kesehatannya melalui online. Contohnya, aktivitas konsultasi dengan dokter bisa dilakukan via chat.

Baca juga : Ini Kebijakan Bank Indonesia dalam Memitigasi Dampak Covid-19

Bahkan di jagat maya, sudah banyak  aplikasi di smartphone yang juga menawarkan informasi dan jasa layanan konsultasi kesehatan secara online. Aplikasi konsultasi dokter online bisa dimanfaatkan untuk berkonsultasi tentang keluhan kesehatan, setidaknya dalam kasus penanganan yang tidak memerlukan tindakan medis. Beberapa fitur live chat tidak memungut bayaran, namun ada juga yang berbayar.

4. Memilih Berkegiatan di Rumah

Awalnya berkegiatan di rumah mungin akan terasa kurang mengenakkan. Namun karena kondisi yang memaksa mau tidak mau beraktivitas dari rumah harus dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Di masa new normal sepertinya tidak akan banyak perbedaan. Banyaknya batasan yang diberlakukan tampaknya akan membuat orang tetap memilih untuk menghabiskan waktu lebih banyak di rumah, sama seperti ketika diberlakukannya PSBB.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 3, 2020, 4:54 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.