Hati-hati Saat Meminta Naik Gaji

Hati-hati Saat Meminta Naik Gaji

Setiap orang yang bekerja pasti menginginkan gaji yang besar dengan jenjang karier yang bagus. Namun, semua itu tidak mudah didapat. Selain Anda harus bersaing dengaan karyawan lainnya, Anda juga harus mampu memperlihatkan kinerja yang bagus.

Memang tidak ada salahnya jika Anda ingin meminta kenaikan gaji. Apalagi jika Anda tergolong karyawan yang sudah lama bekerja. Jika itu yang Anda inginkan, maka Anda harus berhati-hati apabila ingin meminta kenaikan gaji.

Baca juga : Hidup dengan Gaji Bulanan, Cukupkah?

Apa yang harus diperhatikan jika Anda ingin meminta kenaikan gaji? Simak tips-tips berikut ini supaya permintaan kenaikan gaji Anda tidak ditolak mentah-mentah.

1. Naik Gaji Saat Peforma Buruk

Permintaan kenaikan gaji Anda akan langsung mentah jika performa Anda sedang menurun. Meski mungkin faktanya, posisi dan kemampuan Anda harusnya dibayar lebih baik di tempat lain, pimpinan tidak akan menghiraukannya jika Anda mengacaukan pekerjaan. Buatlah waktu yang tepat untuk meminta gaji. Jika Anda dalam peforma terbaik, Anda pasti mendapatkan gaji yang Anda inginkan.

Baca juga : UMP Jakarta 2020 Naik, Bagaimana Cara Mengatur Keuangannya?

2. Tidak Pandai Membaca Situasi dan Kondisi

Performa Anda sedang bagus-bagusnya? Tunggu dulu, perhatikan sejenak situasi dan kondisi manajer Anda. Jika sang manajer sedang dalam stress dan load pekerjaan yang tinggi, ada baiknya Anda tunda penawaran kenaikan gaji. Meskipun terlihat sepele, situasi ini bisa berdampak besar. Lebih baik Anda membuat janji sebelumnya, sehingga manajer Anda tak merasa seperti ditembak langsung oleh Anda.

3. Perusahaan Sedang Memotong Anggaran

Hati-hati meminta kenaikan gaji saat perusahaan jelas-jelas dalam situasi pemotongan anggaran secara besar-besaran. Cobalah untuk memahami kondisi perusahaan dengan membayangkan jika Anda yang menjadi bosnya. Anda bisa tetap meminta hak, jika memang perusahaan tidak membayar gaji sesuai perjanjian kontrak. Namun ada baiknya jika Anda tetap menunjukkan simpati terhadap perusahaan dengan memberikan ruang kompromi kapan perusahaan dapat membayar gaji secara penuh.

4. Membawa Masalah Pribadi

Persoalan pribadi sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaan Anda. Jadi membawa-bawa masalah pribadi, seperti rencana untuk memiliki anak, menikah atau keperluan membayar cicilan rumah sebagai alasan untuk meminta kenaikan gaji tidak akan mempan. Perusahaan tidak menaruh perhatian pada persoalan-persoalan pribadi karyawan.


5. Merasa Pantas Menerima Kenaikan Gaji

Bertingkah laku seakan Anda memang pantas menerima kenaikan gaji sangat tidak disarankan. Faktanya ada saat performa Anda baik maupun menurun. Tidak masalah memaparkan keduanya dan tetap tunjukkan bukti dalam performa terbaik, Anda mampu menanggung beban kerja jauh lebih banyak dari orang lain atau mampu meraih capaian lebih tinggi dibandingkan karyawan lain.

Baca juga : Lakukan Prinsip ini dalam Mengelola Gaji Bulanan

6. Menjadikan Perusahaan Selayaknya Musuh

Saat Anda bernegoisasi dengan perusahaan, tunjukkan selalu seberapa besar Anda menyukai pekerjaan dan tempat Anda bekerja. Bingkai selalu permintaan kenaikan gaji Anda sebagai win-win solution dan keterbukaan untuk berkompromi.

7. Terpaku di Angka Gaji Tertentu

Pastikan pula Anda tidak terpaku di angka gaji tertentu saat bernegosiasi. Sebaliknya, ada baiknya Anda menunjukkan keinginan untuk melihat angka yang ditawarkan oleh perusahaan. Namun jika perusahaan mendesak Anda untuk menyebut angka, pastikan Anda tidak menyebutkan angka yang jauh lebih tinggi daripada yang Anda inginkan.

Baca juga : Berapa Cicilan Rumah yang Pas untuk Gaji UMR?

8. Reaktif Terhadap Penolakan

Jika pada akhirnya permintaan kenaikan gaji Anda ditolak, jangan reaktif dan tersinggung. Tetaplah positif. Anda bisa meminta penjelasan bagaimana caranya agar Anda bisa mendapatkan promosi, serta faktor-faktor penilaian yang dibutuhkan sehingga enam bulan berikutnya Anda bisa kembali mencoba meminta kenaikan gaji. Ingatlah untuk tetap selalu menjaga hubungan baik karena setengah kunci kesuksesan kerja ada pada keahlian menjaga hubungan baik.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 27, 2020, 10:28 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.