UKM Indonesia: Dampak Covid-19 Sudah Terasa di Kuartal I 2020

UKM Indonesia: Dampak Covid-19 Sudah Terasa di Kuartal I 2020

Penyebaran Covid-19 yang merata di seluruh dunia dengan angka kematian yang relatif tinggi memberi dampak lebih besar dari krisis yang pernah terjadi sebelumnya pada 1998 dan 2008. Indonesia menjadi negara yang sedang berjuang menangani penyebaran Covid-19 yang setiap hari korbannya terus bertambah.

Apa dampaknya terhadap perekonomian Indonesia? Founder UKM Indonesia Dewi Meisari memberikan pemaparan, Covd-19 akan memberikan dampak secara luas terhadap pertumbuhan ekonomi global. Jika melihat perekonomian di negara-negara ASEAN secara keseluruhan di tahun 2020, pertumbuhannya melambat bahkan untuk beberapa negara akan negatif.

Baca juga : Apa Persiapan Jika Terjadi Ancaman Resesi Ekonomi 2020?

Apabila melihat sisi positif data pertumbuhan Indonesia dibanding ASEAN, pertumbuhannya cenderung lebih resilien. Berdasarkan forecast dari Group Research DBS, pertumbuhan Indonesia saat ini sekitar 1-1,3 persen, walaupun sedikit di bawah asumsi pemerintah tapi paling tidak pertumbuhannya masih positif.

Setelah krisis tahun 1998, krisis-krisis yang terjadi dampaknya masih bersifat lokal misalnya krisis Dot.com tahun 2001 di Amerika, dan krisis finansial di tahun 2008 yang menyebabkan beberapa bank juga collapse, berdampak di negara-negara maju tapi tidak berdampak terlalu signifikan bagi Indonesia, karena perekonomian domestik tetap jalan.


Namun, Covid-19 ini berbeda, penyebarannya yang merata ke seluruh dunia dan angka kematian cukup tinggi, membuat dampaknya lebih besar dari krisis yang pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, adanya usaha pemerintah di berbagai negara untuk menekan angka penyebaran Covid-19 ini dengan melakukan kebijakan yang berdampak besar ke ekonomi dan sektor lainnya. Salah satunya sektor transportasi dan pariwisata.

Lantas berapa lama hal ini akan terjadi? Kasus pertama di Indonesia diumumkan pada awal Maret lalu dan angkanya masih naik hingga saat ini. Yang menjadi pertanyaan, apakah puncaknya akan terjadi di kuartal kedua atau masih akan berlanjut di kuartal ketiga? Untuk asumsi saat ini, harapannya adalah kuartal kedua merupakan puncaknya dan setelah Juni nanti akan ada perbaikan.

Baca juga : Ini Kebijakan Bank Indonesia dalam Memitigasi Dampak Covid-19

Trend kurva Covid-19 di beberapa negara, yang paling bagus saat ini adalah di China dan Korea, kasusnya sudah menurun dan hampir tidak ada kasus baru, serta perekonomian di China perlahan mulai bergerak kembali. Belajar dari China, dibutuhkan waktu hingga empat bulan menuju fase tersebut. Harapannya, Indonesia di bulan Juli nanti dapat memasuki fase recovery, dan angka penyebaran pandemi bisa terus dikontrol serta diharapkan terlihat adanya perbaikan.

Maynard juga menyebutkan jika melihat dari sisi makro ekonomi dampak Covid-19 di Indonesia sudah mulai terasa di kuartal pertama. Berdasarkan data yang diumumkan pemerintah, di kuartal pertama pertumbuhan PDB kita turun hanya sekitar 2,97 persen dan jika melihat di lima tahun terakhir ini adalah pertumbuhan perekonomian yang paling lambat untuk Indonesia bahkan di sepuluh tahun terakhir setelah krisis global tahun 2010.

Baca juga : Kebijakan Countercyclical untuk Menjaga Perekonomian Nasional

Yang harus diperhatikan, jika melihat karakteristik perekonomian di Indonesia, sektor konsumsi merupakan kontributor terbesar (sekitar setengah dari PDB). Untuk menghindari dampak negatif yang lebih dalam, pemerintah berupaya menjaga kestabilan sektor konsumsi tersebut dengan memberikan berbagi stimulus.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 19, 2020, 12:07 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.