Ramadan dan Idul Fitri, Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai Rp158 Triliun

Ramadan dan Idul Fitri, Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai Rp158 Triliun

Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan kebutuhan uang tunai (outflow) sebesar Rp157,96 triliun sepanjang bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri tahun ini. Uang tunai yang disediakan Bank Indonesia pada tahun ini jumlahnya menurun 17,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kebutuhan tersebut telah memerhatikan antisipasi kebutuhan selama bulan Ramadan, libur Idulfitri, serta kebijakan dan stimulus Pemerintah kepada masyarakat selama periode penanganan dampak pandemi Covid-19, termasuk pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca juga : Ini Kebijakan Bank Indonesia dalam Memitigasi Dampak Covid-19

Kebutuhan uang tunai (outflow) tertinggi pada periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini terjadi di daerah Jabodetabek yang diprakirakan sebesar Rp38,0 triliun. Meskipun menyediakan uang tunai, Bank Indonesia tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non-tunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QRIS (QR Indonesian Standard).

Berbeda dari tahun sebelumnya, layanan penukaran uang kepada masyarakat pada tahun ini hanya disediakan melalui loket di bank. Terkait hal tersebut, BI telah berkoordinasi dan meminta perbankan, agar dalam memberikan layanan dimaksud menegakkan protokol pencegahan Covid-19 pada masa PSBB secara ketat yang telah ditetapkan Pemerintah.

Baca juga : Bank Indonesia Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,5 Persen

Protokol dimaksud antara lain penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing. Penukaran untuk masyarakat akan dilayani oleh 3.742 Kantor Cabang (KC) bank di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 344 KC bank di daerah Jabodetabek dan 3.398 KC bank di wilayah luar Jabodetabek terhitung mulai dari tanggal 29 April sampai 20 Mei 2020.


Untuk kelancaran penyiapan uang tunai dan kelancaran layanan penukaran tersebut, Bank Indonesia menyusun strategi secara internal dan eskternal yang meliputi:

1. Penyediaan uang yang layak edar dan higienis untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan melakukan karantina uang Rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan, menyemprot disinfektan, sarana dan prasarana, serta memerhatikan higienitas SDM dan perangkat pengolahan uang.

2. Pendistribusian uang secara tepat di tengah keterbatasan moda transportasi agar seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia memiliki kecukupan persediaan uang secara nominal dan per pecahan.

3. Berkoordinasi dengan perbankan dan PJPUR untuk menjaga ketersediaan uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kualitas baik melalui perencanaan pengisian uang yang akurat.

4. Menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket perbankan sehingga masyarakat mudah untuk memperoleh uang.

5. Memastikan seluruh kegiatan pengolahan uang yang memerhatikan aspek K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

Baca juga : Perbankan Diminta Batasi Layanan Interaksi Secara Langsung

Dari sisi non-tunai, Bank Indonesia menyatakan telah terjadi perubahan perilaku di masyarakat dalam memilih media pembayaran yang beralih ke pembayaran digital seperti penggunaan QRIS yang terus meningkat. Hal itu sesuai dengan imbauan pemerintah untuk physical distancing.

Untuk itu, BI Mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non-tunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code pembayaran dengan standar QRIS. Bank Indonesia juga menjamin penyediaan uang layak edar dalam jumlah yang memadai dan higienis.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 12, 2020, 4:36 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.