Bagaimana Cara Menjadi Konsumen Cerdas?

Bagaimana Cara Menjadi Konsumen Cerdas?

Kondisi saat ini di tengah pandemi Covid-19 menuntut banyak orang untuk mengubah pola perilaku sebagai konsumen. Seiring pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan imbauan physical distancing, mendorong masyarakat untuk menjadi kosumen yang cerdas. 

Kemudian apa yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas di tengah kondisi pandemi dan tren perubahan perilaku konsumen? Direktur Kredivo Anita Wijanto mengatakan, setidaknya terdapat empat hal yang dapat dilakukan oleh konsumen.

1. Pahami Cara Mengelola Cash Flow

Lebih banyak beraktivitas dari rumah bisa dimanfaatkan untuk berbenah pengelolaan keuangan pribadi. Keberadaan fintech dapat banyak membantu untuk mengelola cash flow di kondisi saat ini, apabila dengan tetap diiringi kebijaksanaan pengguna dalam jumlah maupun tujuan peminjaman.

Baca juga : Masyarakat Perlu Edukasi Agar Menjadi Konsumen Cerdas

Konsumen tidak boleh impulsif dalam bertransaksi, tetapi harus didasarkan pada kebutuhan. Konsumen juga harus mampu menetapkan batas persentase utang maksimal dari total pendapatan bulanan dan mempertimbangkan tanggungan yang sudah ada sebelum mengambil pinjaman baru.

2. Tetap Susun Budget Bulanan Secara Normal

Beraktivitas dari rumah bukan berarti budget bulanan membengkak. Pengeluaran yang rutin dikeluarkan untuk kegiatan di luar rumah seperti ongkos transportasi, hangout bersama teman, hingga biaya travelling, dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan dasar yang menunjang produktivitas selama beraktivitas di rumah seperti kebutuhan pokok dan kuota internet atau WiFi.


3. Perhatikan Legalitas Fintech yang Digunakan

Berbagai fintech yang tersedia pada pilihan pembayaran belanja online pada akhirnya turut meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui inovasi produk dan layanan. Namun, konsumen juga dituntut untuk menjadi semakin cermat, kritis, dan bijaksana.

Tuntutan itu termasuk untuk memastikan apakah fintech yang digunakan sudah terdaftar dan diawasi OJK. Selain itu, konsumen juga harus memahami pilihan tenor, tanggal jatuh tempo, jumlah pinjaman pokok dan bunga yang dikenakan, serta mempelajari hak dan kewajiban pengguna.

4. Fitur PayLater Bila Menunda Pembayaran

Belakangan ini fitur PayLater menjadi alternatif pembayaran yang kian populer, khususnya saat belanja online di e-commerce. Dengan fitur PayLater tersebut, pengguna bisa melakukan transaksi secara digital dengan kenyamanan dan fleksibilitas pembayaran berkala. Ketika ingin menggunakan layanan PayLater, perhatikan dan cari bunga yang cukup rasional serta terjangkau.

Baca juga : Riset Snapcart: Mayoritas Uang THR Dibelanjakan Lewat E-Commerce

Pelaku industri dan konsumen harus sadar akan perannya masing-masing guna menjaga pergerakan roda perekonomian pada kondisi saat ini. Namun demikian, Kredivo juga melihat sinyal positif bahwa masyarakat Indonesia perlahan bertransformasi menjadi konsumen cerdas, termasuk salah satunya menggunakan layanan keuangan digital untuk hal yang bersifat produktif.

“Lebih dari 20 persen konsumen Kredivo sudah menggunakan pinjaman atau layanan kami untuk kegiatan produktif. Melalui edukasi yang konsisten, kami berharap dapat memberikan kesadaran secara lebih luas lagi, terutama di kondisi saat ini agar tidak serta merta mendorong masyarakat untuk menjadi konsumen yang impulsif,” tutup Anita.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 24, 2020, 3:50 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.