Kartini Masa Kini Harus Mandiri Secara Finansial

Kartini Masa Kini Harus Mandiri Secara Finansial

April menjadi salah satu bulan yang istimewa di Indonesia. Pada bulan ini, ada satu hari yang diperingati oleh banyak perempuan sebagai Hari Kartini. Ya, tepat 21 April, 141 tahun yang lalu, pahlawan emansipasi wanita Raden Adjeng Kartini dilahirkan.

Semasa hidupnya, Kartini berjuang melepaskan diskriminasi, dan membela hak-hak wanita pada masanya tentu bukan hanya harus diingat, melainkan juga harus diteruskan oleh Kartini masa kini. Bukan hanya menuntut kesetaraan, tetapi juga harus punya sikap mandiri.

Baca juga : Indonesia Peringkat ke-4 Pemimpin Wanita Terbanyak

Salah satu contohnya adalah mandiri secara finansial. Namun, untuk mencapai kemandirian finansial ini, setiap wanita harus memiliki literasi keuangan yang baik pula. Seperti apa misalnya? Berikut ini ciri wanita yang sudah mandiri secara finansial.

1. Memiliki Penghasilan Sendiri

Wanita bekerja bukan hal yang aneh lagi. Wanita memiliki hak yang sama untuk mengekspresikan dirinya. Dengan bekerja akan ada penghasilan yang didapat. Artinya, seorang wanita bisa memenuhi kebutuhannya dan mengelola keuangan sendiri.

Baca juga : 5 Alasan Wanita Sebaiknya Memiliki Penghasilan Sendiri

Kondisi ini sangat bagis untuk pendewasaan seorang wanita lajang, di mana suatu saat nanti dirinya akan menjadi istri dan ibu yang harus mampu mengelola keuangan keluarga. Anggap saja, saat memiliki penghasilan sendiri ini sebagai ajang latihan sebelum berkeluarga.


2. Tidak Tergantung pada Orang Lain

Selain mendapat menghasilan sendiri, seorang wanita yang memiliki penghasilan sendiri bisa memenuhi kebutuhannya tanpa bergantung dengan orang lain. Entah itu suami, orangtua, atau kerabat lainnya. Bekerja juga membuka jaringan relasi yang lebih luas dan bisa untuk menghilangkan stres.

Bahkan, lingkungan kerja bisa menjadi ajang untuk mengasah kemampuan berpikir dan mengelola masalah. Lingkungan kerja menuntut seseorang berinteraksi dengan banyak orang untuk menuju hal yang produktif dalam kompetisi yang sehat.

3. Belajar Mengelola dan Menghargai Uang

Salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola keuangan adalah bijak menggunakan uang. Bijak bukan berarti hanya soal tidak menggunakannya, namun cerdas mengelola agar uang terus berputar. Hal itu dilakukan agar kebutuhan yang terencana maupun tidak terduga dapat terpenuhi.

Baca juga : 3 Perempuan Indonesia Masuk Daftar Forbes Asias Power Businesswomen

Bekerja bisa menjadi salah satu sarana untuk belajar menghargai uang. Dengan pelajaran itu, maka secara tidak langsung seorang ibu rumah tangga akan belajar mengelola keuangan dengan baik. Misalnya, membuat perencanan keuangan yang matang dengan suami. Susunlah daftar pengeluaran rutin untuk keperluan bulanan, seperti listrik, telepon, kebutuhan pokok, dan lain sebagainya.

4. Mengurangi Potensi Utang

Tidak ada satu orang pun yang menyukai utang. Kondisi kadang menuntut seseorang harus melakukannya. Mau tidak mau utang menjadi solusi paling mudah untuk keluar dari kesulitan keuangan. Namun bukan artinya utang itu buruk, selama bisa mengelola utang secara bijak dan punya kemampuan membayar.

Pilihlah utang yang sifatnya produktif seperti kredit usaha atau KPR. Tidak selalu ada uang dalam jumlah besar, sehingga berutang dan membayar dengan cara mencicil bisa menjadi pilihan untuk meringankan beban finansial. Maka pastikan pula punya kemampuan membayar cicilannya dan mencari lembaga pinjaman yang terjamin.


5. Memiliki Tujuan Keuangan

Setiap wanita harus punya tujuan keuangan yang ingin dicapai, baik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Hal ini sangat penting dalam pola pengaturan keuangannya. Tujuan tersebut akan bagaimana cara untuk mencapainya? Instrumen simpanan atau investasi apa yang yang cocok?

Baca juga : Ini Dia Dua Sosok Perempuan Terkaya di Indonesia 2019

Sebagai contoh, tujuan jangka pendeknya adalah akhir tahun ingin traveling ke luar negeri, tujuan jangka menengah adalah lima tahun ke depan ingin menikah, dan tujuan jangka panjangnya adalah ingin memiliki rumah sendiri.

6. Punya Prinsip Gaya Hidup

Memiliki pola keuangan disiplin bukan berarti harus pelit terhadap diri sendiri, tidak boleh bersenang-senang, dan mengikuti gaya hidup saat ini. Semua itu ada pos pengeluaran yang sudah dibuat dan direncanakan. Wanita yang mandiri tidak akan terpengaruh dengan gaya hidup orang lain. Wanita yang mandiri punya prinsip dan pendirian gaya hidup atas apa yang akan dilakukan.

Bagaimana, coba renungkan kembali apakah Anda termasuk salah satunya? Jika belum, masih banyak waktu untuk bisa menjadi wanita yang mandiri secara finansial. Tidak sulit sebenarnya, hanya perlu tekad dan kemauan yang kuat untuk menjadi wanita mandiri secara finansial.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 21, 2020, 8:23 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.