Cara Mengelola Keuangan Selama Pandemi Covid-19

Cara Mengelola Keuangan Selama Pandemi Covid-19

Sebulan lebih pandemi virus corona atau Covid-19 melanda Indonesia. Selama itu pula berbagai aktivitas harian pun terganggu. Mulai dari kegiatan bekerja, bisnis hingga aktivitas pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. Penyebaran virus mematikan asal Tiongkok ini pun mulai banyak mengganggu pengelolaan keuangan rumah tangga. Maka dari itu, keluarga harus lebih cermat dan dan tepat dalam pengelolaan keungan keluarga.

Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia Krizia Maulana mengatakan, pandemi Covid-19 yang tidak hanya melanda Indonesia tetapi dunia. Pemerintah pun mengimbau agar masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal itu sebagai cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Baca juga : Belajar Cara Mengatur Keuangan Ala Orang Tiongkok

"Tinggal di rumah saja untuk batas waktu yang tidak ditentukan memunculkan sejumlah persoalan baru, dari mulai pengeluaran ekstra rumah tangga, hingga kondisi mental yang dipicu rasa bosan karena tidak bisa keluar kemana-mana," katanya dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com.

Untuk itu, seseorang yang menerapkan aktivitas dari rumah harus memiliki siasat agar tidak mengalami kebosanan tersebut. langkah pertama yang bisa dilakukan adalah kesiapan mental untuk memerima dengan sadar dan sabar untuk tinggal di rumah saja.

Baca juga : UMP Sudah Naik, Bagaimana Mengatur Keuangan Agar Tidak Tekor?

“Kondisi mental yang baik akan lebih siap menghadapi masalah yang muncul karena pandemi corona. Harus dipahami bahwa hal itu dilakukan bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri tetapi juga orang lain,” tambah Krizia.

Kemudian yang perlu disiapkan adalah dana darurat. Seseorang harus memiliki dana darurat untuk menutupi pengeluaran ekstra. Selama tinggal di rumah tentu akan banyak pengeluaran di luar kebiasaan mulai dari biaya internet (kuota), listrik, makanan (snack dan cemilan), hingga pembelian suplemen (vitamin) menjadi bertambah.


Jika tidak memiliki dana darurat, Krizia menyarankan, masyarakat tidak mengambil dana dari pos masa depan yang sudah disiapkan. Sebagai alternatifnya, masyarakat bisa mengevaluasi pengeluaran dan mengalihkan pos-pos pengeluaran untuk menutupi pengeluaran ekstra. "Untuk bisa mengetahui pos-pos yang bisa dihentikan pengeluarannya dan dialihkan untuk menutupi pengeluaran yang lebih penting adalah dengan membuat daftar pengeluaran rutin bulanan," sarannya.

Krizia mencontohkan, pos-pos pengeluaran yang bisa dialihkan adalah anggaran transportasi dan pos gaya hidup, seperti nonton bioskop, makan di restoran, liburan, member gym, dan lainnya. Sebab, pos-pos tersebut tidak akan dikeluarkan selama masa bekerja di rumah. Hal lain yang bisa dilakukan untuk menutupi pengeluaran ekstra adalah dengan menahan nafsu belanja.

Baca juga : Bagaimana Pengelolaan Keuangan Keluarga yang Ideal?

Ketakutan akan berkurangnya pasokan makanan menyebabkan segelintir masyarakat melakukan panic buying dengan membeli sejumlah kebutuhan pokok di luar kebutuhan normal. Padahal pemerintah sudah memastikan pasokan makanan dan kebutuhan rumah tangga tetap aman.

Selain itu, kemudahan teknologi dan terlalu lama tinggal di rumah membuat bosan yang dialihkan dengan berbelanja online. Masyarakat harus berhati-hati, jangan sampai keranjingan berbelanja dan menambah pengeluaran rumah tangga. “Bijaklah dalam berbelanja (online). Belanjalah sesuai kebutuhan dan manfaatkan diskon selama masa di rumah saja," ucap Krizia.

Baca juga : 4 Alasan Utama Mengapa Susah Mengatur Keuangan Selagi Muda

Mengenai investasi, untuk menutupi biaya tambahan selama di rumah saja, bisa saja masyarakat untuk mengurangi porsi investasi. Namun setelah masa penyesuaian berakhir dan sudah bisa menutupi pengeluaran ekstra tersebut, masyarakat untuk menyesuaikan kembali porsi investasi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 7, 2020, 11:22 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.