Daftar Bank dan Leasing yang Beri Keringanan Kredit

Daftar Bank dan Leasing yang Beri Keringanan Kredit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar lengkap perbankan dan perusahaan leasing yang menerapkan kebijakan pemerintah untuk memberi relaksasi kredit bagi para nasabah dan debiturnya dalam mengantisipasi dampak Covid-19. Daftar perbankan terdiri dari Bank Umum, Bank Umum Syariah, BPD, dan BPR.

Kebijakan restrukturisasi kredit ini dituangkan dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical. Dengan aturan itu, debitur mendapatkan perlakuan khusus berupa kelonggaran kredit.

Bank dan Leasing

Bank-bank yang memberi keringanan kredit ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu Kelompok Bank Negara (Himbara), bank umum, dan bank syariah. Kelompok Bank Negara terdiri dari Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri dan Bank BTN.

Baca juga : Kebijakan Countercyclical untuk Menjaga Perekonomian Nasional

Untuk bank umum terdiri dari bank-bank swasta yang antara lain Bank Pan Indonesia, Permata Bank, BTPN, Bank DBS, Bank Index, Bank Ganesha, Nobu International Bank, Bank Victoria, Bank Jasa Jakarta, Bank Mas, Bank Sampoerna, IBK Bank Indonesia, Bank Capital, Bank Bukopin, Bank Mega, dan Bank Mayora, Bank UOB Indonesia, dan Bank Fama.

Bank umum lainnya yang ikut bersedia memberikan restrukturisasi adalah Bank Mayapada. Lalu ada juga Bank Mandiri Taspen, Bank Resona Perdania, Bank BKE, BRI Agro, Bank SBI Indonesia, Bank Artha Graha, Commonwealth Bank, Bank HSBC Indonesia, Bank ICBC Indonesia, J.P. Morgan, PT Bank Oke Indonesia, MNC Bank, KEB Hana Bank, Shinhan Bank, Standard Chartered, Bank of China, BNP Paribas, Bank Artos, Bank INA.


Bank umum Syariah juga ikut memberi keringanan kredit bagi nasabah. Bank syariah itu antara lain, Mandiri Syariah, BNI Syariah, Bank Syariah Bukopin, Bank NTB Syariah, Permata Bank Syariah, Bank Muamalat, Bank Mega Syariah, Bank BJB Syariah, BRI Syariah, Bank BTPN Syariah, Bank Net Syariah. Dalam daftar itu juga termasuk sejumlah bank Pembangunan Daerah. Antara lain, Bank Jawa Barat (BJB), Bank BPD Bali, Bank NTT, Bank Sumut, Bank Sumselbabel, dan Bank Jateng.

Baca juga : Ini Kebijakan Bank Indonesia dalam Memitigasi Dampak Covid-19

Selain perbankan, OJK bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) juga merilis daftar perusahaan pembiayaan (leasing) yang ikut memberi relaksasi. Perusahaan leasing itu antara lain FIFGROUP, PT Wahana Ottomitra Multiartha atau WOM Finance, Mandiri Tunas Finance, dan PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) Finance.

Cara dan Syarat Keringanan Kredit

Bagaimana cara dan syaratnya supaya bisa mendapatkan relaksasi kredit? Ada beberapa hal penting yang wajib diketahui adalah sebagai berikut:

a. Debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi melengkapi dengan data yang diminta oleh bank/leasingyang dapat disampaikan secara online (email atau website yang ditetapkan oleh bank atau leasing) tanpa harus datang bertatap muka.

b. Bank atau leasing akan melakukan assesment antara lain terhadap apakah debitur termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung, historis pembayaran pokok atau bunga, kejelasan penguasaan kendaraan (terutama untuk leasing).

c. Bank atau leasing memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur untuk menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu, jumlah yang dapat direstrukturisasi termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya melalui penilaian dan/atau diskusi antara debitur dengan bank atau leasing.

Baca juga : LPS dan OJK Dukung Perppu Stabilitas Sistem Keuangan Negara

Masing-masing bank atau leasing akan memiliki sistem berbeda dalam memberi restrukturisasi atau keringanan kredit pada nasabahanya. Informasi persetujuan restrukturisasi dapat dilihat detailnya secara online atau via website bank atau leasing yang terkait.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 6, 2020, 8:43 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.