Ini Sejarah Lahirnya Hari Bank Dunia

Ini Sejarah Lahirnya Hari Bank Dunia

Tepat 1 April tidak banyak yang tahu bahwa di hari ini ada setidaknya tiga peringatan hari penting nasional dan dunia, yaitu Hari Marketing Indonesia (Hamari), Hari Penyiaran Nasional, dan Hari Bank Dunia. Cukup dimaklumi kalau hari-hari itu terlupakan karena tidak masuk dalam agenda hari libur nasional.

Namun bagi praktisi dan pelaku perbankan di seluruh dunia, Hari Bank Dunia menjadi bagian dari sejarah perjalanan bisnis perbankan dunia. Pada tanggal ini, sebuah organisasi internasional didirikan untuk melawan kemiskinan dengan cara membantu pembiayaan negara di seluruh dunia yang membutuhkan.

Baca juga : Diperingati Setiap 31 Oktober, Ini Kisah di Balik Hari Tabungan Sedunia

Berdasarkan banyak catatan sejarah, pada 1 April 1944, ada sebuah United Nations Monetary and Financial Conference yang diselenggarakandi Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat. Dalam konferensi itu disepakati pembuatan sebuah badan yang akan memainkan peran penting dalam perekonomian dunia.

Akhirnya disepakati badan tersebut bernama World Bank atau Bank Dunia. tugas utamanya meliputi memberikan dana bantuan bagi negara-negara dengan perekonomian yang sedang tidak sehat. Bantuan dana itu diharapkan tidak sampai memperngaruhi kondisi perekonomian wilayah lainnya.

Baca juga : Sejarah Rupiah dari Kelahiran Bank Indonesia Sampai Era Jokowi

Negara pertama yang mendapat dana moneter Bank Dunia adalah Prancis. Kala itu, Prancis sedang membutuhkan dana besar dan segar untuk membangun perekonomian negara pasca perang. Negara yang dikenal dengan Menara Eiffel membutuhkan dana mencapai USD250 juta untuk membangun infrastruktur negara yang hancur.

Selain memberikan bantuan dana, Bank Dunia juga bertugas memberikan jasa konsultasi pada negara yang ingin memperbaiki perekonomiannya. Mereka akan menyampaikan solusi terbaik untuk mengentaskan kemiskinan serta memperbaiki standar kehidupan para warga di negara terkait.

Komitmen Bank Dunia lebih dari sekadar meminjamkan dan menginvestasikan uang. Mereka juga punya concern lebih pada beberapa bidang penting, salah satunya pendidikan. Terbukti sejak 1963, Bank Dunia telah mencairkan dana tidak kurang dari USD36,5 triliun khusus untuk membantu sektor pendidikan.

Bank Dunia dan Indonesia


Bank Dunia dan Indonesia punya kaitan yang erat. Bukan hanya sebagai negara yang menerima bantuan dana, Indonesia juga sebagai salah satu negara di Asia yang memiliki tokoh hebat untuk menduduki posisi penting di Bank Dunia.

Sekitar 10 tahun lalu, tepatnya 5 Mei 2010, usai mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan RI di dari Kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani Indrawati ditunjuk oleh Bank Dunia untuk menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia selama enam tahun.

Sri Mulyani menggantikan posisi Juan Jose Daboub, dan mendapat tugas mengatur 74 negara di Amerika Selatan, Karibia, Asia Timur, dan Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Sri Mulyani pun memutuskan kembali ke Indonesia setelah diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan RI.

Baca juga : Peringati Hari Keuangan Nasional, Ini 4 Pahlawan dalam Sejarah Uang di Indonesia

Selain Sri Mulyani, ada tokoh wanita Indonesia yang dilirik oleh Bank Dunia. Dia adalah Mari Elka Pangestu. Pada Januari 2020, Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini dipercaya untuk menduduki posisi Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia.

Presiden Grup Bank Dunia David Malpass menilai Mari Elka Pangestu memiliki banyak pengalaman di kancah internasional dalam menyelesaikan perekonomian dunia. Selain itu, Mari Elka juga dianggap bisa menyelesaikan masalah para nasabah Bank Dunia.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 1, 2020, 9:53 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.