Apa Risiko Ekonomi Bila Lockdown Diterapkan?

Apa Risiko Ekonomi Bila Lockdown Diterapkan?

Penerapan lockdown di Indonesia memang dapat mengurangi potensi penularan ke tingkat daerah wilayah terjangkit Covid-19 seperti DKI Jakarta. Namun perlu diingat, lockdown bisa membawa banyak implikasi lain selain menekan penyebaran wabah virus corona ini. Bukan hanya implikasi kesehatan tetapi perekonomian Indonesia.

Semisal, kota Jakarta oleh Pemerintah Pusat diberlakukan lockdown apa dampaknya? Kota Jakarta dan daerah penyangganya bisa dikatakan sebagai pusat perekonomian di Indonesia. Sebagian besar kantor pemerintahan pusat ada di Jakarta seperti kementerian, Bank Indonesia, kantor pusat bank, kantor BUMN, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan perusahaan swasta ada di sini.

Baca juga : Kenapa Social Distancing, Bukan Lockdown? Ini Jawabannya

Lockdown akan berbuntut pada penutupan semua aktivitas di perkantoran dan pusat perekonomian yang ada di wilayah ini. Dampaknya, roda perekonomian di Jakarta dan Indonesia akan terganggu. Efek lanjutnya bukan tidak mungkin bisa menyebabkan krisis di masyarakat.

Pada tingkatan masyarakat, lockdown bisa menimbulkan kepanikan seperti panic buying yang dilakukan orang-orang saat pertama kali mendengar adanya kasus positif Covid-19 di Indonesia. Orang-orang berbondong-bondong memborong bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan pangan selama lockdown berlangsung. Bahkan masker dan hand sanitizer ketersedaiannya kosong sampai sekarang ini.

Baca juga : Perbankan Diminta Batasi Layanan Interaksi Secara Langsung

Harga-harga sembilan bahan pokok (sembako) bisa dipastikan naik dan semakin tidak terjangkau oleh kalangan masyarakat bawah. Kebutuhan pokok diborong oleh orang-orang berduit. Bila kesenjangan ini semakin tajam, kemungkinan bisa menjadi masalah baru di masyarakat.

Lockdown juga berpotensi besar membuat orang-orang berbondong-bondong menarik uangnya dari bank dan lebih memilih menyimpan dalam bentuk uang tunai. Jika kondisi tersebut terjadi, maka likuiditas bank juga akan terganggu. Efek besarnya pada perekonomian negara. Itulah alasannya kenapa lockdown tidak mudah untuk dilakukan.

Apa Saja yang Perlu Disiapkan?


Jika benar lockdown diberlakukan, maka apa yang harus dilakukan? Menurut situs sciencealert.com, pertama-tama sikap yang harus diambil adalah jangan panik. Tetap tenang agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Ada pasien meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 pasti menimbulkan ketakutan. Namun, jika kondisi itu disikapi dengan kepanikan maka tingkat bahayanya bisa menjadi dua kali lipat.

Kedua, membeli persediaan bahan makanan dan obat-obatan. Status lockdown bisa membuat tempat-tempat usaha untuk sementara waktu ditutup. Orang-orang akan berpikiran sama untuk membeli barang-barang penting pada saat bersamaan. Situasi tersebut membuat supermarket dan toko sembako kehabisan stok.

Baca juga : Alasan BPJS Kesehatan Tidak Tanggung Pasien Virus Corona

Belilah bahan makanan dan obat-obatan secukupnya saja, misalnya untuk dua pekan. Hitung kebutuhan anggota keluarga seberapa banyak dan beli sesuai kebutuhan. Pembelian bahan makanan yang berlebihan bisa mengganggu pasokan dan akan berbuntut pada kepanikan lain.

Ketiga, jaga pola hidup tetap sehat. Walaupun aktivitas hanya dilakukan di dalam rumah saja, bukan berarti Anda bisa mengabaikan kesehatan. Tetaplah berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat. Di tengah wabah Covid-19, menjaga metabolisme tubuh tetap sehat bisa menjadi benteng pertahanan dari infeksi virus corona.

Baca juga : Efektifkah Penerapan Work From Home?

Keempat, tetap produktif. penerapan lockdown bukan berarti membuat hari-hari Anda di rumah menjadi sia-sia dan santai-santai. Anda harus tetap menjaga produktivitas. Apalagi saat ini, sudah banyak perusahaan menerapkan sistem kerja dari rumah (work from home). Itu artinya, Anda dituntut untuk bekerja, hanya lokasinya saja yang berbeda. 

Kelima, simpan nomor-nomor penting. Meskipun berada dalam rumah dan dilarang keluar, Anda tetap harus menjaga komunikasi. Jangan lupa juga untuk menyimpan nomor-momor penting seperti rumah sakit, ambulance, pemadam kebakaran, kepolisian, dan instansi lain yang terkait dengan wabah Covid-19.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 20, 2020, 3:10 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.