Pelaporan SPT Pajak Tahunan Diperpanjang Hingga 30 April 2020

Pelaporan SPT Pajak Tahunan Diperpanjang Hingga 30 April 2020

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan kelonggaran pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) bagi wajib pajak orang pribadi hingga 30 April 2020. Perpanjangan masa penyampaian SPT ini merupakan upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Untuk memberikan kemudahan dan kepastian kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dalam menyampaikan SPT Tahunan tahun pajak 2019, maka diberikan relaksasi batas waktu pelaporan dan pembayaran sampai dengan 30 April 2020 tanpa dikenai sanksi keterlambatan.

Sedangkan untuk SPT Masa PPh Pemotongan atau Pemungutan untuk Masa Pajak Februari 2020, kepada seluruh wajib pajak diberikan relaksasi batas waktu pelaporan sampai dengan 30 April 2020 tanpa dikenakan sanksi keterlambatan namun batas waktu pembayaran tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga : Belum Punya NPWP? Ini Syarat dan Cara Membuatnya

Perpanjangan pelaporan itu juga sekaligus meniadakan pelayanan pajak yang biasa dilakukan di Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia mulai tanggal 16 Maret hingga 5 April 2020.

Peniadaan sementara pelayanan perpajakan secara langsung ini, termasuk pelayanan perpajakan yang dilakukan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTST) dan Layanan Luar Kantor (LDK). Terkecuali pelayanan langsung pada counter VAT Refund di bandara yang tetap dibuka, namun dengan pembatasan tertentu.


Dengan peniadaan layanan pajak secara langsung ini, DJP mendorong setiap wajib pajak untuk menyampaikan SPT Tahunan melalui sarana pelaporan elektronik atau online seperti e-filling atau e-form. Selain secara online, pelaporan SPT Masa dapat pula dikirim melalui pos tercatat.

“Pengisian SPT Tahunan dapat dilakukan secara mandiri dengan panduan yang ada di laman www.pajak.go.id atau pada akun media sosial resmi DJP. Wajib Pajak tetap dapat berkonsultasi dengan Account Representative melalui telepon, email, chat maupun saluran komunikasi online lainnya,” tulis keterangan resmi DJP yang diterima duitologi.com.

Selain layanan penyampaian SPT yang dapat dilakukan melalui sarana elektronik, wajib pajak dapat mengajukan berbagai permohonan perpajakan lain secara online seperti permohonan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) baru melalui eRegistration di laman https://ereg.pajak.go.id

Baca juga : Ini Batas Minimum Gaji yang Terkena Pajak

Permohonan EFIN (Electronic Filing Identification Number), aktivasi EFIN baru, dan layanan lupa EFIN dapat dilakukan melalui telepon ke Kring Pajak 1500200 atau melalui telepon atau email resmi masing-masing KPP yang diumumkan melalui papan pengumuman di KPP, akun media sosial KPP atau di laman www.pajak.go.id/unit-kerja.

Selain pelayanan perpajakan, selama masa pembatasan ini proses komunikasi dalam rangka pengawasan dan pemeriksaan pajak juga akan dilakukan melalui surat menyurat, telepon, email, chat, video conference dan saluran online lainnya. Namun demikian, seluruh kantor di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tetap beroperasi, meski sebagian besar pegawai akan melakukan pekerjaannya dari rumah masing masing.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 17, 2020, 2:48 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.