Seluruh Biaya Pengobatan Pasien Virus Corona dan PIE Ditanggung Negara

Seluruh Biaya Pengobatan Pasien Virus Corona dan PIE Ditanggung Negara

Penyebaran virus corona di Indonesia terus meningkat. Sejak 30 Desember 2019 sampai 16 Maret 2020 pukul 08.00 WIB terdapat 1.138 orang yang diperiksa dari 28 provinsi. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan 117 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan 1.167 orang dinyatakan negatif. Adapun pasien yang sembuh sebanyak 9 orang dan 5 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes), wilayah di Indonesia yang melaporkan kasus positif COVID-19 yang tersebar di 11 kota dan kabupaten di 8 provinsi. Provinsi, kota, dan kabupaten itu antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat (Kab.Bekasi, Depok, Cirebon, Purwakarta, Bandung), Banten (Kab. Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan), Jawa Tengah (Solo), Kalimantan Barat (Pontianak), Sulawesi Utara (Manado), Bali dan DI Yogyakarta.

Baca juga : Alasan BPJS Kesehatan Tidak Tanggung Pasien Virus Corona

Melihat penyebaran virus corona yang begitu cepat, Pemerintah Indonesia mengambil alih tanggung jawab pengobatan terhadap pasien virus corona. Bukan hanya pasien virus corona, negara menanggung seluruh biaya perawatan dan pengobatan pasien Penyakit Infeksi Emerging (PIE) sejak dinyatakan yang bersangkutan merupakan pasien dalam pengawasan (PDP). Apabila selanjutnya pemeriksaan laboratorium juga menyatakan PDP tersebut terkonfirmasi positif PIE, seluruh biaya pengobatannya juga dijamin oleh negara.

Apa itu Penyakit Infeksi Emerging (PIE)? Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2016 antara lain poliomielitis, penyakit virus ebola, penyakit virus MERS, influensa A (H5N1) atau flu burung, penyakit virus hanta, penyakit virus nipah, demam kuning, demam lassa, demam congo, meningitis meningokokus, dan penyakit infeksi emerging baru.


Infeksi Novel Corona Virus (2019-nCoV) yang belakangan diberi nama Covid-19 dan menyebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2) juga telah ditetapkan sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/104/2020 yang ditetapkan pada 4 Februari 2020.

Dalam Permenkes tersebut, segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Secara lebih rinci, pemerintah menanggung seluruh biaya pasien PIE juga dijelaskan dalam Permenkes No. 59 Tahun 2016 dengan ketentuan situasi di luar kejadian wabah.

Baca juga : Ini Asuransi yang Memberi Perlindungan Risiko Covid-19

Di Permenkes ini dijelaskan, biaya yang ditanggung sejak pasien ditetapkan sebagai suspect (pasien dalam pengawasan) hingga keluar hasil pemeriksaan konfirmasi laboratorium atau dimulai sejak pasien dinyatakan positif menderita penyakit infeksi emerging tertentu berdasarkan hasil pemeriksaan konfirmasi laboratorium hingga dinyatakan sembuh sesuai dengan kriteria atau meninggal.

Pembebasan biaya juga meliputi komponen biaya administrasi pelayanan; pelayanan dan perawatan di IGD, ruang isolasi, ruang ICU dan jasa dokter; pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium dan radiologi) sesuai dengan indikasi medis obat-obatan, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, rujukan, dan pemulasaran jenazah (kantong jenazah, peti jenazah, transportasi dan penguburan).


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 16, 2020, 12:23 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.