ShopBack Dapat Suntikan Dana dari Temasek Senilai Rp1,09 triliun

ShopBack Dapat Suntikan Dana dari Temasek Senilai Rp1,09 triliun

Aplikasi cashback dan kurator e-commerce, ShopBack mengumumkan penutupan putaran pendanaan lanjutan yang dipimpin oleh Temasek, dengan partisipasi dari investor sebelumnya termasuk Rakuten, EDBI, EV Growth, Cornerstone Ventures, dan 33 capital. Tambahan dana ini menghasilkan total pendanaan ShopBack pada putaran ini menjadi US$75 juta atau setara dengan Rp1,09 triliun (kurs 1 USD = Rp14.632).

Pendanaan lanjutan ini akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur teknologi, memperluas kemampuan penganalisaan data guna memberikan insight untuk bisnis baru, serta mendorong pertumbuhan di pasar-pasar utama ShopBack. Hingga saat ini, ShopBack telah meraih total pendanaan senilai US$113 juta sejak didirikan pada 2014.

Baca juga : Survei Bank Indonesia: Optimisme Konsumen Desember 2019 Menguat

“Dengan pendanaan baru ini, kami akan mengembangkan fitur-fitur baru yang membantu pengguna untuk menghemat lebih banyak uang dan waktu dengan membuat keputusan belanja yang lebih cerdas,” kata CEO dan Co-Founder ShopBack Henry Chan dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com (13/3/2020).

Sebagai e-commerce yang beroperasi di Asia Pacifik, ShopBack telah memiliki lebih dari 19 juta pengguna di tujuh pasar Asia Pasifik seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Taiwan dan Australia. Di Singapura, memperluas layanan dengan menghadirkan ShopBack Go. Platform rewards berbasis aplikasi ini memberikan cashback atau rewards untuk transaksi yang dilakukan secara langsung atau di tempat seperti di restoran, tempat hiburan, maupun beragam pembelanjaan lainnya.


Di Indonesia, ShopBack sudah beroperasi sejak awal 2016 dan mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Sampai saat ini, ShopBack Indonesia digunakan oleh lebih dari 6 juta pengguna. Sementara itu dalam berbelanja online, ShopBack Indonesia pun telah memberikan lebih dari Rp146 miliar kepada pengguna. Di penghujung 2019, rata-rata transaksi online melalui ShopBack meningkat hingga 8 kali per bulan.

Menurut Country General Manager, ShopBack Indonesia Galuh Chandra Kirana, pembelanjaan dan pemesanan online, baik di e-commerce maupun travel commerce sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Ditambah lagi, masyarakat Indonesia saat ini sudah terpapar dengan hadirnya berbagai macam rewards seperti cashback saat melakukan transaksi belanja. Dua hal ini meningkatkan kesempatan bagi ShopBack untuk dapat terus bertumbuh di Indonesia.

Baca juga : 6 Kota di Jawa Punya Daya Saing Digital Tertinggi di Indonesia

Saat ini, semakin banyak pembelanjaan dan pemesanan online melalui ShopBack, semakin banyak pula cashback yang bisa didapatkan oleh pengguna. “Kami akan terus mengedukasi masyarakat untuk berbelanja cerdas dan hemat melalui ShopBack, karena belanja online lebih untung dengan ShopBack.” terang Galuh Chandra Kirana.

Seiring pertumbuhan belanja online yang semakin menjadi bagian dari kebutuhan harian masyarakat di Asia Pasifik. Pada  2019, ShopBack mengalami pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 250 persen dalam hal penjualan dan order, dengan lebih dari 16 juta order bulanan, dan memberikan lebih dari US$2 miliar penjualan kepada lebih dari 2.500 mitra merchant.

Baca juga : Standard Chartered: Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di 2020

“Ekonomi internet Asia Pasifik akan mencapai US$300 miliar pada 2025. Sebagai pelopor di sektor cashback rewards, ShopBack berada di posisi yang bagus dalam mengambil bagian dari ledakan belanja online,” ungkap Henry.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 13, 2020, 4:08 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.