QRIS Beri Kemudahan Penjual dan Pembeli Bertransaksi Digital

QRIS Beri Kemudahan Penjual dan Pembeli Bertransaksi Digital

Sejak awal tahun ini, Bank Indonesia (BI) mulai memberlakukan metode pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Metode ini merupakan bentuk dari Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) sejak 2014.

Pembelakukan QRIS ini bukan hanya ditujukan untuk semua pihak baik masyarakat, pelaku bisnis, dan instansi pemerintah. Tujuannya, agar pihak-pihak tersebut terbiasa menggunakan uang non-tunai dalam aktivitas ekonomi mereka sehari-hari.

Baca juga : Mengenal QRIS, QR Code Indonesia yang Akan Berlaku 1 Januari 2020

QRIS merupakan QR code yang dihadirkan dengan standar Indonesia. Artinya, sistem barcode yang dahulu banyak dipakai, mau tidak mau harus beralih menggunakan sistem QRIS ini. BI pun telah melarang sistem pembayaran berbasis QR code selain QRIS. Hal itu dilakukan agar nantinya tidak ada lagi perbedaan dalam sistem pembayaran non-tunai.

Saat ini, jumlah pengguna yang sudah menggunakan sistem QRIS baru mencapai 2,7 juta merchant. Jumlah itu akan terus dikejar agar seluruh merchant di seluruh Indonesia bisa menerapkan QRIS ini. Salah satu yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan menyelenggarakan Acara Pekan QRIS Nasional 2020 yang dilakukan secara serentak di 46 wilayah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) seluruh Indonesia mulai 9 hingga 15 Maret 2020.

Baca juga : Tren QR Code Payment Membuat Transaksi Semakin Mudah

Penyelenggaraan Pekan QRIS Nasional 2020 ini dilatar belakangi banyaknya merchant yang belum menggunakan QR code sebagai kanal pembayaran ataupun penggunaan QR code yang belum menggunakan standar QRIS. Ke depannya, setelah Pekan QRIS Nasional 2020 ini diharapkan terjadi peningkatan jumlah pengguna QRIS baik dari sisi merchant maupun pengguna.


POH Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan, Hadirnya QRIS memberi kemudahan berarti bagi para penjual maupun pembeli ketika bertransaksi secara digital. Untuk itu, LinkAja berkomitmen dalam melakukan sosialisasi penerapan QRIS pada mitra pedagang yang bekerja sama, dalam rangka meningkatkan realisasi program pemerintah dalam digitalisasi keuangan.

Sejak beroperasi pada bulan Februari 2019, LinkAja telah menerapkan standar spesifikasi teknis QRIS, sehingga sudah dapat dibaca dan menerima transaksi dari issuer lain. “Sebagai uang elektronik nasional dari dan untuk Indonesia, QRIS telah menjadi bagian dari rencana cetak biru LinkAja sejak awal terbentuk,” katanya saat acara Pekan QRIS Nasional 2020 di Jakarta (11/3/2020).

Baca : Sekarang Bayar BPJS Ketenagakerjaan Bisa Pakai LinkAja

Dengan adanya satu QRIS, seluruh merchant LinkAja dapat menerima pembayaran dari beragam penerbit sistem pembayaran lainnya. Hingga saat ini, LinkAja telah memenuhi standar QRIS PTEN yang dapat digunakan di ratusan ribu merchant yang telah bekerja sama di seluruh Indonesia.

Haryati menambahkan, hingga saat ini, LinkAja telah memiliki satu juta titik cash in dan cash out di seluruh Indonesia. Akses LinkAja dapat digunakan di 350 pasar tradisional, berbagai macam institusi pendidikan, tiket transportasi umum, pembayaran bahan bakar umum di Pertamina, pusat kuliner dan perbelanjaan, pembelian pulsa, listrik, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan berbagai kebutuhan esensial lainnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 12, 2020, 3:21 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.