Hikmah Gempa Sukabumi, Lindungi Semua Aset dengan Asuransi

Hikmah Gempa Sukabumi, Lindungi Semua Aset dengan Asuransi

Musibah gempa bumi yang menyebabkan ratusan rumah rusak kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (10/3/2020). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa dengan kekuatan 5,0 skala Richter itu berpusat di 13 km arah timur laut Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

Dalam musibah itu di Kabupaten ada sedikitnya 202 rumah rusak mengalami kerusakan. Sebanyak 48 unit rumah rusak berat, 91 unit rumah rusah sedang, dan 63 unit rumah rusak ringan. Sementara di Kecamatan Kalapanunggal ada 166 unit rumah rusah yang terdiri dari rusak berat 41 unit, rusak sedang 75, dan rusak ringan 50 unit.

Baca juga : Asuransi Property All Risk Menjamin Aset Rumah dari Banjir

Sedangkan di Kecamatan Cidahu ada 7 unir rumah rusak sedang dan 4 unit rusak ringan. Di Kecamatan Kabandungan memiliki total rumah rusak berjumlah 25 unit, RB 7 unit, RS 9 dan RR 9. Satu masjid di kecamatan ini juga mengalami kerusakan dengan kategori sedang.

Di balik musibah yang terjadi tentu akan ada hikmah yang bisa diambil. Memang musibah tidak bisa dihalau, tetapi Anda bisa melindungi aset yang dimiliki seperti rumah beserta perabot hingga kendaraan. Caranya adalah memberi perlindungan aset tersebut dalam bentuk asuransi.

Baca juga : Sayang Aset Lindungi dengan Asuransi Uang dan Harta Benda

Namun, dalam memilih asuransi perlindungan aset juga harus memperhatikan perjanjian isi polisnya. Apakah musibah seperti gempa bumi, banjir hingga mubah lainnya termasuk dalam proteksi asuransi. Pasalnya, asuransi perlindungan aset punya banyak jenis. Nah biasanya untuk perlindungan seperti gempa bumi akan ada perluasan jaminan asuransi.


Pertanyaannya, mengapa asuransi menjadi penting? Asuransi menjadi sangat penting untuk meminimalisir kerugian yang Anda tanggung seperti musibah gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. Asuransi akan mematikan aset-aset seperti tempat tinggal maupun kendaraan dilindungi oleh asuransi yang mempunyai jaminan dari risiko gempa bumi.

Baca juga : Dua Jenis Asuransi Properti yang Perlu Anda Ketahui Perbedaannya

Direktur Utama PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance), mengatakan, asuransi perlindungan aset menjadi sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di walayah rawan musibah seperti gempa atau tsunami. Dengan memiliki asuransi, semua aset akan terlindungi apabila terjadi musibah tersebut. Khusus untuk asuransi mobil, pelanggan terlebih dahulu sudah memiliki jaminan perluasan untuk gempa.

“Karena risiko gempa merupakan jaminan tambahan dari jaminan dasar asuransi mobil. Apabila sudah ada jaminan perluasan pastikan juga jangan sampai terlambat untuk melaporkan klaim kerusakan mobil maksimal 5 hari setelah kejadian agar klaim tetap diterima. Pelanggan cukup melaporkan klaim kendaraan yang rusak menggunakan Autocillin Mobile Claim Application,” katanya. 

Baca juga : Hikmah Banjir Awal Tahun 2020, Ini 5 Perlindungan yang Perlu Disiapkan

Selain memberi perlindungan terhadap aset, Anda juga harus mempelajari bagaimana melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dan berikan informasi tentang upaya penyelamatan kepada seluruh anggota keluarga jika terjadi gempa. Untuk meminimalisir dampak gempa, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum, saat dan setelah gempa terjadi.

1. Perhatikan wilayah Anda apakah rawan gempa atau tidak

Hal utama dalam memilih tempat tinggal atau bekerja perhatikan apakah wilayah tersebut merupakan daerah rawan gempa. Apabila di wilayah tersebut merupakan daerah rawan gempa ada baiknya pahami karakteristik gempa yang meliputi skala gempa, frekuensi, dan tingkat kerusakan yang terjadi sebelumnya.


2. Simpan nomor-nomor penting

Pastikan Anda atau keluarga menyimpan nomor penting seperti kepolisian, ambulance, SAR hingga contact center perusahaan asuransi Anda. Anda juga dipastikan menyiapkan daftar alamat kantor aparat terkait kebencanaan seperti kantor desa, kecamatan, maupun PMI.

3. Pertahanan saat berada di dalam ruangan

Apabila Anda berada di dalam rumah segera cari tempat berlindung seperti di bawah meja dengan memegang kaki meja. Jangan lupa lindungi kepala Anda, bisa menggunakan tas, bantal bahkan tangan Anda. Anda juga harus menjauhkan diri dari benda pecah belah, lemari, dan semua benda yang bisa menimpa Anda seperti lemari, rak buku, dan jendela kaca. Waspada terhadap langit-langit rumah yang berisiko runtuh.

4. Pertahanan saat berada di luar bangunan

Jika Anda berada di area terbuka hindari bangunan tinggi, tembok, pusat listrik ,maupun tiang listrik. Anda segeralah mencari tempat terbuk seperti lapangan. Namun hindari jurang atau lereng yang curam karena berpotensi longsor lebih besar.

5. Pertahanan saat berada di dalam kendaraan

Apabila Anda berada di dalam kendaraan segera hentikan kendaraan Anda dan hindari jembatan atau terowongan. Setelah itu menjauh dari mobil untuk menghindari terjadinya pergeseran atau kebakaran.

6. Setelah gempa terjadi segera evakuasi Anda dan keluarga

Keluar dengan hati-hati untuk menghindari puing-puing yang akan menimpa Anda maupun keluarga. Segera evakuasi anak-anak, wanita, manula ke tempat umum atau posko. Periksa pula benda yang berisiko menimbulkan api dan jalur pipa gas jika ada kebocoran. Menetap di posko apabila terjadi gempa susulan. Dan apabila terjadi kerugian pada aset Anda segera laporkan klaim kepada pihak asuransi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 12, 2020, 9:52 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.