Tarif Ojol Jabodetabek Resmi Naik Mulai 16 Maret 2020

Tarif Ojol Jabodetabek Resmi Naik Mulai 16 Maret 2020

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menetapkan kenaikan tarif baru ojek online (ojol) untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kenaikan tarif ojol baru ini akan mulai berlaku per 16 Maret 2020 dengan menentukan biaya tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA).

Kemenhub menetapkan besaran biaya batas atas ojol akan naik sebesar Rp250 per kilometer (km). Sedangkan untuk tarif batas bawah disepakati naik sebesar Rp150 per km. Dengan penetapan kenaikan tarif itu, maka tarif batas bawah menjadi Rp 2.250 per km dari Rp 2.000 per km. Sementara untuk tarif batas atas menjadi Rp 2.650 per km dari Rp 2.500 per km.

Bagaimana dengan biaya ojol terdekat? Kemenhub memutuskan biaya jasa minimal ojol mulai dari Rp9.000 sampai Rp10.500. Tarif minimal ojol ini ikut naik dari sebelumnya antara Rp8.000 sampai Rp10.000. Terkait teknis penerapannya, Kementerian Perhubungan menyerahkan kepada aplikator transportasi online untuk bisa menyesuaikan.

Baca juga : Bank Indonesia Turunkan 7 Day Reverse Repo Rate Menjadi 4,75-persen

Perubahan biaya jasa ojek online ini tentu berkaitan dengan dasar hukumnya. Untuk itu, Kemenhub akan menyiapkan beleid pengganti dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

Kementerian Perhubungan menyatakan, perhitungan tarif baru ojek online sudah melalui penelitian yang dilakukan oleh Badan Litbang Kemenhub atas survei dari 1.862 responden di Jabodetabek. Namun, setelah tarif baru ini berlaku pada 16 Maret 2020, Kemenhub akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan untuk melihat apakah tarif baru tersebut efektif dan efisien di masyarakat.


Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendorong aplikator ojek online tidak hanya memandang kenaikan tarif ini. Para aplikator harus mengedepankan aspek keselamatan dan penyamanan penumpangnya.

Salah satu yang didorong adalah aplikator harus memberikan perlindungan seperti asuransi Jasa Raharja bagi konsumennya. Asuransi ini menjadi sarana perlindungan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan baik oleh diver ataupun konsumen.

Baca juga : Virtual Payment, Tren Pembayaran di Era Digital

Meski begitu, salah satu aplikator ojek online, Gojek menjalin kerja sama dengan Allianz Indonesia dan PasarPolis melalui layanan asuransi perjalanan GoRide. Asuransi ini akan memberi perlindungan lengkap selama perjalanan pada penumpang GoRide dan mitra diver Gojek mulai dari titik penjemputam hingga lokasi tujuan.

Selain itu, Gojek bersama PasarPolis juga menawarkan layanan GoSure yang memiliki tiga keunggulan utama, yaitu harga premi yang terjangkau, kemudahan persetujuan pengajuan dan klaim asuransi, dan beragam jenis perlindungan. Untuk tahap awal, GoSure yang dapat diakses pada layar utama aplikasi Gojek hadir dengan tiga jenis produk yaitu asuransi perjalanan, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi layar ponsel


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 10, 2020, 2:49 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.