Masyarakat Kelas Menengah Harus Mulai Sadar Investasi

Masyarakat Kelas Menengah Harus Mulai Sadar Investasi

Indonesia bukan hanya memiliki bonus demografi generasi milenial yang sangat besar. Jumlah masyarakat golongan masyarakat dengan kategori menengah atas pun potensinya tidak kalah besar. Berdasarkan laporan Bank Dunia berjudul Aspiring Indonesia: Expanding the Middle Class, di Indonesia ada sekitar 52 juta masyarakat yang tergolong aman secara finansial. Masyarakat ini biasa disebut masyarakat kelas menengah ke atas.

CEO dan Founder Jouska.id Aakar Abyasa Fidzuno mengatakan, kalangan menengah bisa dibedakan dari menengah urban dan bukan urban. Bagi masyarakat menengah urban, pola finansialnya banyak yang terjebak dalam ada istilah FOMO (fear of missing out), di mana mereka takut untuk ketinggalan tren terkini.

“Karena income meningkat dan tercukupi, mereka naik ke kebutuhan sekunder dan tersier. Itu yang dikejar. Jumlah dari parkinson trap cukup banyak di kota besar seperti Jakarta. Sehingga power untuk saving tidak dikejar,” kata Aakar dalam talkshow Finansial Planning di Mall Kasablanka (7/3/2020).

Baca juga : digibank by DBS Dorong Emerging Affluent Mencapai Kemandirian Finansial

Kendala utamanya bukan hanya dari cara pengelolaan keuangannya saja, tetapi juga soal literasi keuangan. Salah satu bentuk nyatanya adalah masih belum maksimal power saving untuk dialokasikan ke instrumen investasi.

“Investor ritel kita belum dominan dibandingkan asing. Namun, 3-5 tahun terakhir cukup banyak media dan kampanye soal investasi yang berdampak pada perubahan pola perilaku dan pola pikir kalangan menengah ini. Hal ini tinggal masalah konsistensi dari berbagai pihak untuk memberikan informasi yang bervariasi sehingga investasi ini bisa menjadi habit,” tambah Aakar.


Sementara itu, Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan RI Dwi Irianti Hadiningdyah menuturkan, sudah saatnya masyarakat kelas menengah ini mulai menggeser pola pikirnya ke instrumen investasi. Pemerintah sudah memfasilitasi dengan mengeluarkan instrumen investasi yang aman dan terjamin seperti Sukuk Ritel Seri SR012.

SR012 adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia, sebagai instrumen investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan. Oleh karena itu, SR012 sangat tepat untuk masyarakat yang ingin memulai berinvestasi sejak dini.

Untuk mengakomodir kebutuhan milenial dan kemajuan teknologi digital, pemerintah pun membuat terobosan dengan memberi fitur pembelian secara online e-SBN untuk investasi ini. Melalui fitur ini masyarakat dapat dengan mudah berinvestasi kapanpun dan di manapun. “Kita ingin mengajak kalangan menengah yang jumlahnya sekitar 52 juta orang ini untuk bisa berinvestasi di SBN ini,” ucapnya.

Baca juga : Kememkeu Tawarkan Sukuk Ritel SR012 Berkupon 6,30 Persen

Terobosan yang dilakukan pemerintah sejak tahun lalu ini ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Teknologi digital dalam penawaran obligasi negara ini menunjukkan adanya kenaikan investor khususnya kalangan milenial yang membeli Surat Berharga Negara (SBN) ini.

“Penawaran saat offline, investor SBN dari generasi milenial hanya sekitar 13 persen. Namun ketika pintu online e-SBN dibuka, jumlahnya meningkat signifikan. Ada sekitar 50 persen investor dari kalangan milenial yang membeli Surat Berharga Negara (SBN) ini,” ungkap Dwi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 10, 2020, 8:28 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.