digibank by DBS Dorong Emerging Affluent Mencapai Kemandirian Finansial

digibank by DBS Dorong Emerging Affluent Mencapai Kemandirian Finansial

Mengamati keberadaan segmen pasar emerging affluent, digibank by DBS secara aktif berinovasi untuk menjadi intelligent way of banking sehingga dapat mengakomodir aspirasi mereka dalam mencapai kemandirian finansial. Berdasarkan laporan Bank Dunia yang berjudul Aspiring Indonesia: Expanding the Middle Class, saat ini terdapat 52 juta masyarakat Indonesia yang tergolong aman secara finansial, atau biasa disebut masyarakat kelas menengah ke atas.

Managing Director Head of Digital Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto mengatakan, Masyarakat Indonesia yang tergolong segmen pasar emerging affluent adalah mereka yang aman secara finansial, dengan biaya konsumsi bulanan berkisar antara Rp1,2 juta hingga Rp6 juta. Dari segi pendidikan, masyarakat yang tergolong segmen ini memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi atau setidaknya menyelesaikan tingkat sarjana yang mengarah pada pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik.

Baca juga : digibank by DBS Perkaya Fitur Layanan Perbankan

Kemandirian finansial dianggap sebagai fondasi yang memungkinkan segmen ini untuk menjadi versi terbaik yang mereka bisa. Mereka percaya bahwa bukan soal seberapa banyak uang yang dihasilkan, melainkan apa yang dapat dilakukan dengan dana yang dimiliki tersebut,” katanya saat acara Do More Festival di Mall Kota Kasablanka (7/3/2020). 

Dengan fitur-fitur dari digibank by DBS memungkinkan nasabahnya untuk melakukan semua kegiatan perbankan hanya melalui genggaman, seperti membuka rekening, top-up e-wallet, membayar tagihan bulanan, transfer valas, Kredit Tanpa Agunan (KTA) dengan persetujuan hanya 60 detik, membuka deposito hingga berinvestasi dengan proses digital 100 persen from end-to-end.


Leonardo Koesmanto menerangkan, untuk mewujudkan intelligent way of banking dengan terus memperkaya fitur-fitur untuk dapat mengakomodir aspirasi emerging affluent Indonesia. Salah satunya adalah fitur e-SBN di mana digibank menjadikan investasi sebagai pilihan yang mudah, praktis, dan aman dalam mencapai kemandirian finansial sekaligus mendukung pemerintah dalam pembangunan nasional dengan menjadi mitra distribusi Sukuk Ritel seri SR012. 

Pada kesempatan itu, Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan Republik Indonesia Dwi Irianti Hadiningdyah menjelaskan, SR012 adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia sebagai instrumen investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan. 

Baca juga : Kemenkeu Tawarkan Sukuk Ritel Seri SR012 Berkupon 6,30 Persen

“Oleh karena itu, SR012 sangat tepat untuk masyarakat yang ingin memulai berinvestasi sejak dini. Ditambah lagi dengan fitur e-SBN yang disediakan oleh digibank by DBS, sehingga masyarakat dapat dengan mudah berinvestasi kapanpun dan di manapun,” ucapnya.

SR012 dapat dipesan mulai 24 Februari-18 Maret 2020 dengan pemesanan mulai dari 1 juta Rupiah. SR012 memiliki karakteristik dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Selain itu SR012 juga berpotensi memperoleh capital gain atau potensi keuntungan saat dijual kembali. Dengan kupon 6,3 persen per tahun imbal hasil dibayarkan setiap bulan. Pembayaran imbal hasil dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-Undang SBSN sehingga instrumen investasi ini hampir tidak memiliki risiko gagal bayar.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 7, 2020, 4 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.