Januari 2020, Transaksi Non-Tunai Turun 0,76 Persen

Januari 2020, Transaksi Non-Tunai Turun 0,76 Persen

Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memaparkan kelancaran sistem pembayaran secara tunai maupun non-tunai tetap terjaga. Posisi uang kartal yang diedarkan (UYD) pada Januari 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 6,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebaliknya pada periode yang sama, transkasi non-tunai yang menggunakan ATM, kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik mengalami penurunan sebesar 0,76 persen. Namun untuk penggunaaan pembayaran, fasilitas kartu ATM dan kartu debit masih mendominasi transaksi non-tunai dengan pangsa pasar 93,16 persen.

Baca juga : Survei Bank Indonesia: Optimisme Konsumen Desember 2019 Menguat

Secara kepemilikan, uang elektronik mengalami pertumbuhan, yakni 172,85 persen dibanding 2018. Hal ini menunjukkan preferensi masyarakat terhadap digitalisasi yang terus menguat. Bank Indonesia memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui transformasi ekonomi dan keuangan digital.

Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan uang elektronik dengan menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional 2020 secara serentak di seluruh provinsi guna memperluas akseptasi QRIS.
“Ke depan, Bank Indonesia terus menjaga terselenggaranya sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal didukung oleh pengawasan terpadu serta penguatan perlindungan konsumen,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.


Stabilitas Sistem Keuangan

Bank Indonesia menilai, stabilitas sistem keuangan masih tetap terjaga. Kondisi itu tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Rati atau CAR) perbankan Desember 2019 yang tinggi yakni 23,31 persen, dan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan atau NPL) yang tetap rendah yakni 2,53 persen (gross) atau 1,18 persen (net).

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pertumbuhan kredit yang dinilai belum kuat. Hal itu terlihat dari angka pertumbuhan kredit pada Desember 2019 sebesar 6,08 persen year on year (yoy), yang menurun dari 7,05 persen (yoy) pada November 2019. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga belum kuat dan tercatat sedikit menurun dari sebesar 6,72 persen (yoy) pada November 2019 menjadi 6,54 persen (yoy) pada Desember 2019.

Baca juga : Survei BI: Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas

Kredit pada 2020 diperkirakan tumbuh dalam kisaran 9-11 persen sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya pada kisaran 10-12 persen sejalan dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020. Pertumbuhan kredit 2021 diprakirakan kembali meningkat pada kisaran 10-12 persen didorong oleh kenaikan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, DPK pada 2020 dan 2021 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 8-10 persen.

Bank Indonesia tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait sehingga dapat tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong fungsi intermediasi perbankan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 26, 2020, 12:36 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.