Nilai Transaksi MUFFEST 2020 Mencapai Rp43,7 Miliar

Nilai Transaksi MUFFEST 2020 Mencapai Rp43,7 Miliar

Event Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 yang digelar selama lima hari berhasil memecahkan rekor transaksi baru. Di tahun ini, MUFFEST berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp43 miliar yang ditopang oleh sistem business to business (B2B). Melihat besarnya transaksi itu, banyak pihak optimis industri fashion Tanah Air bisa menjadi role model dunia.

Hal itu disampaikan Presiden Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Salah saat penutupan MUFFEST 2020 di JCC Senayan, Jakarta (23/2/2020). “Pengunjung MUFFEST 2020 mencapai 54.671 pengunjung. Ini merupakan rekor dengan transaksi Rp43,7 miliar dalam bentuk transaksi retail. Kami optimis MUFFEST sebagai lokomotif industri fashion Tanah Air,” katanya.

Baca juga : BNI Syariah Berikan Solusi Transaksi Keuangan di MUFFEST 2020

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan industri fashion Tanah Air meningkat cukup pesat. Bukan hanya dilihat dari jumlah koleksi dan desainer busana muslim, tetapi ada permintaan yang cukup tinggi dari masyarakat terhadap produk busana muslim.


Menurut Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam, potensi tersebut semakin membuktikan bahwa Indonesia punya potensi yang sangat besar dalam pengembangan industri busana muslim.

Dengan kondisi itu, kesempatan Indonesia untuk bisa menjadi kiblat fashion muslim di dunia bisa terwujud. “Dengan melihat semua ini, saya berharap Indonesia bisa menjadi pusat mode muslim dunia pada 2025 mendatang,” harap Muhammad Khayam.

Baca juga : Mendorong Potensi Bisnis Busana Muslim di MUFFEST 2020

Potensi yang besar itu senada dengan yang disampaikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki pada saat pembukaan MUFFEST 2020. Teten menyatakan MUFFEST menjadi langkah nyata untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat mode muslim dunia.


Indonesia juga memiliki pelaku produk muslim yang potensial dan masih bisa dikembangkan lagi. Ia menyatakan industri fashion muslim merupakan bagian dari sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang memiliki kinerja yang cukup baik bagi perekonomian nasional. Pada 2019, nilai ekspor produk TPT nasional mencapai US$12,9 miliar.

“Laporan The State Global Islamic Economy menyatakan konsumsi fashion muslim dunia saat ini mencapai US$270 miliar atau setara Rp3.830 triliun. Di Indonesia, konsumsi fahion muslim mencapai US$20 miliar dengan pertumbuhan industri mencapai sekitar 18 persen per tahun,” ujar Teten.

Baca juga : Terapkan TOSKA Bank DKI Siap Tingkatkan Pendapatan Pajak Jakarta

The State Global Islamic Economy juga memproyeksi konsumsi busana muslim akan terus meningkat dengan laju pertumbuhan lima persen setiap tahunnya. Dengan begitu, konsumsi busana muslim dunia diperkirakan mencapai US$361 miliar pada 2023. “Pelaku fashion harus memanfaatkan potensi ini agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk muslim, tetapi juga sebagai produsen,” tegas Teten.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 24, 2020, 4:04 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.