Mandiri Buka Akses Keuangan untuk 1,5 Juta Warung Mitra Bukalapak

Mandiri Buka Akses Keuangan untuk 1,5 Juta Warung Mitra Bukalapak

Bank Mandiri sebagai bank plat merah terus membuka akses keuangan untuk masyarakat yang belum berbank (unbanked) dan belum terjangkau bank (unbankable people). Salah satu upayanya melalui kerja sama dengan penyedia tempat jual beli online, Bukalapak.

Kerja sama ini akan memberdayakan lebih dari 1,5 juta Warung Mitra Bukalapak untuk menjadi Agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Selain itu, kerja sama ini juga sebagai cara mengimplementasikan transaksi pembayaran dengan metode QRIS (Quick Response Indonesian Standard).

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan, saat ini, Bank Mandiri telah memiliki sekitar 33.500 agen Laku Pandai Mandiri dengan volume transaksi mencapai 13 juta transaksi senilai sekitar Rp16 triliun.

Baca juga : Kilas Balik Sejarah 21 Tahun Berdirinya Bank Mandiri

Sinergi ini sangat strategis karena tidak hanya bisa memperluas keagenan Laku Pandai Bank Mandiri, tapi juga memberikan nilai tambah yang strategis kepada mitra Bukalapak dari sisi pelayanan kepada pelanggan maupun potensi penambahan jumlah pelanggan.

“Di sisi lain, dengan menjadi Agen Laku Pandai Mandiri, mitra Bukalapak juga akan dapat melakukan beberapa transaksi perbankan dasar seperti setor tunai, tarik tunai serta transfer ke Bank Mandiri dan bank lain. Ini memberikan nilai tambah yang semakin besar bagi mitra Bukalapak,” kata Donsuwan dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com (11/2/2020).


Pada kesempatan yang sama, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menilai, implementasi Laku Pandai yang dapat dimanfaatkan oleh Mitra Bukalapak yang dinamakan dengan Fitur Kirim Uang yang memungkinkan pemilik warung mitra membantu masyarakat sekitar mengirim uang dengan aman, mudah dan nyaman

Dengan lebih dari 1,5 juta warung Mitra Bukalapak yang tersebar di 189 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, Bukalapak dapat berperan dalam memperluas inklusi keuangan nasional. Salah satu objektif yang menjadi fokus dalam kerja sama ini adalah bagaimana warung tradisional dapat menjadi agen perubahan yang membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitarnya karena selama ini, warung mendominasi 65-70 persen transaksi ritel Indonesia.

Baca juga : Mengenal QRIS, QR Code Indonesia yang Akan Berlaku 1 Januari 2020

Terkait QRIS, metode pembayaran berbasis barcode ini dihadirkan tidak hanya sebagai alternatif metode pembayaran. Penerapan QRIS juga akan memudahkan mitra Bukalapak yang menjadi Agen Laku Pandai karena transaksi pembayaran akan langsung masuk ke rekening milik Mitra Bukalapak. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kebutuhan mitra dalam hal setor tunai di ATM atau cabang.

Menurut Direktur Consumer & Retail Transaction Bank Mandiri Hery Gunardi, sesuai arahan Bank Indonesia yang mewajibkan seluruh transaksi QR distandarisasi QRIS, mitra Bukalapak akan dapat menerima transaksi dari berbagai penyedia layanan keuangan digital. Dengan demikian, merchant cukup memiliki satu QRIS untuk seluruh pembayaran.

Beberapa kelebihan transaksi non-tunai ini di antaranya adalah transaksi lebih aman karena tidak rawan pencurian, transaksi dapat dilacak dan tidak dapat digunakan sembarang orang, transaksi lebih bersih karena tidak melibatkan benda fisik, serta dapat mengurangi peredaran uang palsu.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 11, 2020, 4:44 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.