4 Proyek Pendanaan Industri Kreatif dengan Sistem Crowdfunding

4 Proyek Pendanaan Industri Kreatif dengan Sistem Crowdfunding

Perusahaan finansial teknologi PT Likuid Dana Bersama (Likuid) meluncurkan online platform pendanaan dan investasi crowdfunding (urun dana) untuk memperkuat pertumbuhan industri kreatif dan gaya hidup (lifestyle) di Indonesia. Ada enam sektor bisnis yang menjadi sasaran Likuid, yaitu kuliner, hiburan (film, serial, dan konser), e-sports, kecantikan, kesehatan, dan startup.

CEO dan Founder Kenneth Tali mengungkapkan, selama ini, persaingan industri kreatif dikenal cukup dinamis sehingga dianggap berisiko tinggi. Di sini, Likuid berperan mengurasi serta menganalisa potensi dan risiko proyek bisnis secara menyeluruh guna menjawab keraguan masyarakat selaku calon investor.

Baca juga : Fintech Crowdfunding Likuid, Alternatif Pendanaan Industri Kreatif

Pada tahap awal ini, Likuid telah mempersiapkan empat proyek pendanaan perdana yang segera diluncurkan ke publik. Keempat proyek pendanaan itu antara lain Film Dealova 2 dari PT Capo dei Capi, penempatan iklan dari PT ADX Asia Indonesia, pembukaan jaringan baru minuman Gulu-Gulu dari PT Berjaya Sally Ceria (Sour Sally Group), dan perhelatan konser dan pertandingan olahraga internasional dari PT Stellar Indonesia.

Rumah Produksi Capo dei Capi


Proyek pendanaan pertama yang terdaftar di Likuid, yaitu Film Dealova 2 yang tengah digarap oleh CEO dan Sutradara Rumah Produksi Capo dei Capi Andibachtiar Yusuf. Andibachtiar yang juga merupakan Sutradara Film Love For Sale 1 & 2 ini menilai, antusiasme penonton Indonesia terhadap film lokal terus meningkat setiap tahun. Dalam tiga tahun terakhir, sangat mungkin bagi sebuah karya film untuk meraih penonton hingga 2,000,000 penonton.

“Bisa dibilang, saat ini ekosistem perfilman Indonesia sedang dalam masa terbaiknya dibarengi dengan makin banyaknya produksi film serta pertumbuhan layar bioskop.Tercatat di tahun 2018 jumlah penonton film Indonesia mencapai 51,2 juta penonton. Sementara, jumlah bioskop tahun 2018 meningkat hingga 343 bioskop,” katanya saat konferensi pers launching Likuid di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta (6/2/2020).

ADX Asia


Pada kesempatan yang sama, CEO dan Founder ADX Asia Elbert Toha menerangkan, pendanaan investor Likuid ini sejalan dengan misi ADX Asia yang ingin lebih banyak melibatkan masyarakat pada industri kreatif, khususnya periklanan. Pendanaan melakui Likuid membuka pintu bagi masyarakat kepada kepemilikan aset produktif yang selama ini hanya dimiliki oleh golongan tertentu. “Likuid membantu ADX Asia menjadi pionir shared economy di industri periklanan yang terkenal tradisional dan konvensional,” ucapnya.

Sour Sally Group


Sebagai perwakilan bisnis food and beverages (F&B) di Likuid saat ini, CEO dan Founder Sour Sally Group Donny Pramono Ie menjelaskan, skema pendanaan bisnis yang ditawarkan Likuid dapat membantu usahanya untuk berkembang secara mandiri tanpa harus mengandalkan modal yang diperoleh dari pendapatan bisnis yang sudah berjalan. Pendanaan dari investor Likuid akan mendukung Sour Sally Group untuk merambah bisnis food and beverages lainnya yang memiliki model quick service retail, yaitu Gulu-Gulu.

Baca juga : BenihBaik.com, Platform Crowdfunding untuk Membantu Sesama dan Usaha Sosial

“Kerja sama ini akan membantu Sour Sally Group untuk penambahan cabang retail Gulu-Gulu di wilayah luar Jakarta dan luar Pulau Jawa. Sejauh ini produk-produk Gulu-Gulu mendapat penerimaan yang amat baik dari masyarakat dengan jaringan yang sudah mencapai 121 cabang di seluruh Indonesia.” jelas Donny.

Stellar Indonesia


Sektor lain yang juga tidak kalah potensial adalah bisnis promotor acara. Berpengalaman sebagai salah satu pelaksana ASIAN Games 2018, Creative Director Stellar Indonesia Fajar Faisal optimis, konsumsi masyarakat terhadap perhelatan acara hiburan, seni, dan olahraga ke depannya akan terus meningkat.

Saat ini Indonesia menjadi salah satu destinasi negara favorit di Asia untuk sejumlah musisi internasional. Salah satu konser internasional yang sukses kami selenggarakan ialah Konser Musisi Jennifer Lopez “JLO Dance Again World Tour” yang mampu menyerap 12.000 penonton pada tahun 2012.

“Semakin banyaknya masyarakat yang menonton konser, standar dan ekspektasi masyarakat terhadap promotor acara juga meningkat, tidak hanya sekedar menyaksikan idolanya saja. Pendanaan sangat berperan bagi sebuah promotor acara untuk berlomba-lomba memberikan pengalaman event yang berkesan bagi konsumen” terang Fajar.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 7, 2020, 1:33 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.