Fintech Crowdfunding Likuid, Alternatif Pendanaan Industri Kreatif

Fintech Crowdfunding Likuid, Alternatif Pendanaan Industri Kreatif

Saat ini, masih banyak pelaku usaha industri kreatif dan gaya hidup yang kurang bisa memaksimalkan karyanya karena keterbatasan modal kerja. Padahal untuk bisa bersaing dan mengikuti tren, pelaku industri ini perlu sokongan dana yang tidak sedikit.

Kenyataannya, para pelaku usaha di bidang ini masih mengandalkan modal pribadi dan belum mendapat akses permodalan dari pihak lain, selain perbankan. Sementara akses permodalan alternatif lainnya juga masih didominasi oleh investor high net-worth saja.

Baca juga : BenihBaik.com, Platform Crowdfunding untuk Membantu Sesama dan Usaha Sosial

Melihat itu, PT Likuid Dana Bersama (Likuid) meluncurkan platform pendanaan dan investasi crowdfunding (urun dana) untuk membantu akses permodalan bagi pelaku industri kreatif dan gaya hidup. Melalui skema project financing, masyarakat bisa berinvestasi langsung kepada pemilik proyek dengan potensi imbal hasil 12 persen sampai 20 persen.

CEO dan Founder Likuid Kenneth Tali menjelaskan, skema project financing ini berbasis revenue sharing (bagi hasil) dan profit sharing (pembagian keuntungan). Skema ini memungkinkan investor dapat berinvestasi secara kolektif dengan minimal pendanaan Rp100 ribu. "Ketentuan minimal dana investasi yang terjangkau ini membuka kesempatan investasi bagi semua kalangan masyarakat," katanya saat konferensi pers di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta (6/2/2020).


Likuid menargetkan 2.500 pengguna dalam kurun waktu empat bulan setelah resmi mendapat status terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, Likuid beroperasi dengan status regulatory sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Juli 2019.

Pada tahun 2020 ini, Likuid menargetkan dapat menyalurkan pendanaan sebesar Rp40 miliar. Ada 6 sektor bisnis yang menjadi target pendanaan Likuid, yaitu kuliner, hiburan (film, serial, dan konser), e-sport, kecantikan, kesehatan, dan startup. "Di tahap awal, Likuid telah mempersiapkan empat proyek pendanaan perdana yang akan segera diluncurkan ke publik," ucap Kenneth.

Baca juga : OJK Buka Peluang Bisnis Equity Crowdfunding Lebih Luas

Keempat proyek pendanaan itu antara lain Film Dealova 2 dari PT Capo dei Capi, penempatan iklan dari PT ADX Asia Indonesia, pembukaan jaringan baru minuman Gulu-Gulu dari PT Berjaya Sally Ceria (Sour Sally Group), dan perhelatan konser dan pertandingan olahraga internasional dari PT Stellar Indonesia.

Para investor sudah dapat melakukan regiatrasi melalui website untuk mengetahui proyek pendanaan yang resmi dibuka ke publik. Likuid pun menargetkan calon investor sudah dapat mulai bertransaksi di website pada akhir Februari 2020.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 6, 2020, 5:55 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.