Berapa Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Harus Dibayar? Ini Rinciannya

Berapa Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Harus Dibayar? Ini Rinciannya

Sebagai program pemerintah, setiap pekerja di Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Setiap bulannya, Anda sebagai pekerja diwajibkan pula untuk membayar iuran sesuai dengan aturannya. Iuran yang dibayarkan memang tidak sepenuhnya Anda bayarkan, tetapi ada porsi yang dibagi antara Anda sebagai pekerja dengan perusahaan atau pemberi kerja.

Sebagai karyawan yang telah terdaftar dan membayar iuran akan memperoleh empat manfaat dalam BPJS Ketenagakerjaan. Keempat manfaat tersebut antara lain Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan (JKK), dan Jaminan Pensiun (JP).

Baca juga : Bagaimana Cara Menggabungkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Perlu diketahui, masing-masing manfaat BPJS Ketenagakerjaan itu punya porsi pembagian iuran yang berbeda-beda. Nah, agar dapat menghitungnya, maka Anda harus mengetahui secara detail berapa porsi iuran masing-masing manfaat BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Jaminan Hari Tua

Jaminan Hari Tua (JHT) adalah program nasional yang dijalankan berdasarkan prinsip asuransi sosial atau tabungan wajib. Tujuannya adalah menjamin setiap peserta menerima sejumlah uang tunai secara sekaligus apabila memasuki masa pensiun di kemudian hari. Besar kecilnya manfaat yang akan diterima peserta ditentukan berdasarkan jumlah akumulasi seluruh iuran yang telah disetorkan ditambah dengan hasil pengembangannya.

Untuk memerima pembayaran manfaat JHT tidak perlu menunggu pensiun atau momen tertentu. Pembayaran manfaat dapat diberikan sebagian sampai batas tertentu setelah kepesertaan mencapai minimal 10 tahun. JHT bisa juga diberikan saat peserta berhenti bekerja dan tidak melanjutkannya kembali, berusia 56 tahun.

Kategori

Jumlah Iuran

Penerima Upah

5,7  persen dari upah per bulan (2 persen dari upah pekerja dan 3,7 persen dari perusahaan atau pemberi kerja)

Bukan Penerima Upah

2 persen dari upah per bulan yang dilaporkan

Pekerja Imigran Indonesia

Rp105 ribu sampai Rp600 ribu


Jaminan Pensiun

Sama seperti JHT, Jaminan Pensiun (JP) menerapkan prinsip asuransi sosial atau tabungan wajib. JP ditujukan untuk mempertahankan derajat kehidupan layak bagi peserta saat sudah tak lagi bekerja atau berkurang penghasilannya karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total. Manfaat JP akan dirasakan oleh semua peserta yang membayar iuran sebagaimana ditetapkan.

Berbeda dengan JHT, iuran Jaminan Pensiun ini sebesar 3 persen dari upah yang diterima setiap bulannya. Pembayaran iuran itu dibagi dua, yaitu 2 persen menjadi beban pemberi kerja dan 1 persen adalah tanggung jawab pekerja.

Baca juga : Apa Bedanya Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Jaminan pensiun yang diberikan ini dapat diterima oleh peserta ataupun ahli warisnya apabila si peserta sudah memenuhi masa iuran yakni minimal 15 tahun, kecuali ditetapkan lain oleh undang-undang. Apabila peserta mencapai usia pensiun sebelum 15 tahun, peserta tersebut berhak mendapatkan seluruh akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya.

Jaminan Kecelakaan Kerja

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) adalah program jaminan sosial yang diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pelayanan kesehatan dan santunan uang tunai apabila seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja atau menderita penyakit akibat kerja.

Kategori

Jumlah Iuran

Penerima Upah

0,24 persen – 1,74 persen dari upah tergantung besarnya resiko pekerjaan. Detail besaran presentase pembayaran sebagai berikut :

- Resiko sangat rendah 0,24 persen

- Resiko rendah 0,54 persen

- Resiko sedang 0,89 persen

- Resiko tinggi 1,27 persen  

- Resiko sangat tinggi 1,74 persen

Bukan Penerima Upah

1 persen dari penghasilan yang dilaporkan

Pekerja Imigran Indonesia

Rp370 ribu

Jasa Konstruksi

0,21 persen berdasarkan nilai proyek


Jaminan Kematian

Jaminan Kematian (JKm) adalah program jaminan sosial yang diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dengan tujuan untuk memberikan santunan kematian yang dibayarkan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia.

Kategori

Jumlah Iuran

Penerima Upah

0,3 persen dari upah yang diterima setiap bulan dan dibayarkan oleh pemberi kerja

Bukan Penerima Upah

Rp6.800 per bulan

Pekerja Imigran Indonesia

Rp370 ribu

Jasa Konstruksi

0,21 persen berdasarkan nilai proyek


Dikutip dari website resmi BPJS Ketenagakerjaan, Jaminan Kematian ini memberi manfaat yang akan diperoleh ahli waris dari program JKm antara lain mendapatkan biaya pemakaman senilai Rp3 juta, santunan kematian sebesar Rp85 juta, santunan berkala sebesar Rp4,8 juta dibayar sekaligus, dan santunan sekaligus sebesar Rp16,2 juta.

Selain itu, Jaminan Kematian juga akan memberikan beasiswa untuk 2 anak yang dibayarkan dengan rincian Rp1,2 juta (TK/SD/sederajat), Rp1,8 juta (SLTP/sederajat), Rp2,4 juta (SLTA/sederajat), dan Rp3 juta (perguruan tinggi/sederajat).


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 4, 2020, 2:58 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.