BNI Syariah Dorong Kepemilikan Hunian dengan Sistem Syariah

BNI Syariah Dorong Kepemilikan Hunian dengan Sistem Syariah

Sebagai salah satu bank dengan platform syariah, BNI Syariah terus mendorong peningkatan penyediaan fasilitas pembiayaan kepemilikan properti. Dalam beberapa tahun terakhir, BNI Syariah banyak menjalin kerja sama dengan pengembang properti dalam penyediaan hunian idaman.

Pada akhir Januari 2020 ini, BNI Syariah kembali menjalin kerja sama dengan tiga developer properti dalam rangka meningkatan pembiayaan pembiayaan rumah syariah melalui BNI iB Griya Hasanah. Ketiga pengembang properti itu adalah PT Jaya Real Property Tbk, PT Jaya Gardenpolis, dan PT Megatopmas Nusantara.

Baca juga : BNI Syariah Fokus Optimalkan Bisnis Pembiayaan Konsumer

SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan, kerja sama dengan tiga developer properti ini dalam rangka meningkatkan pembiayaan BNI iB Griya Hasanah. Dengan kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan bisnis bersama-sama dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yang nyaman.

Kerja sama ini terkait BNI Syariah menyediakan fasilitas pembiayaan kepemilikan rumah BNI Griya iB Hasanah bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian dengan sistem syariah. Hal itu sejalan dengan corporate strategy BNI Syariah yaitu Embracing New Opportunities, di mana BNI Syariah siap meraih peluang-peluang baru untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan menjadi partner yang lebih baik.

Realisasi Pembiayaan BNI Griya iB Hasanah


Realisasi pembiayaan BNI Griya iB Hasanah di tahun lalu tumbuh signifikan. Sampai September 2019, realisasi pembiayaan BNI Griya iB Hasanah sebesar Rp12,9 triliun tumbuh 11,6 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Pembiayaan perumahan BNI Griya iB Hasanah tercatat menyumbang 40,67 persen dari total pembiayaan BNI Syariah.

Targetnya, pembiayaan BNI Griya iB Hasanah di tahun 2020 tumbuh disekitar 10 persen. Sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah berkomitmen untuk mewujudkan impian masyarakat dalam memiliki rumah khususnya konsumen yang berkeinginan memiliki rumah idaman yang nyaman dan tentram sesuai prinsip syariah.

Baca juga : Bagaimana Prosedur Kepemilikan Rumah dengan KPR Syariah?

BNI Syariah menyediakan fasilitas pembiayaan BNI Griya iB Hasanah untuk nasabah dengan maksimum pembiayaan Rp25 miliar, angsuran yang tetap, bebas biaya administrasi, bebas biaya provisi, bebas biaya appraisal serta bebas denda. Jangka waktu pembiayaan yang fleksibel sampai dengan 20 tahun untuk nasabah fix-income dan 15 tahun untuk nasabah non fix-income.

Developer properti yang telah bekerja sama dengan BNI Syariah saat ini dapat berkesempatan mengikuti program Tunjuk Rumah yang diperuntukkan untuk developer rekanan bonafid yang memiliki track record baik mulai dari margin 9.75 persen efektif  per tahun.

Penyalur KPR Syariah FLPP 2020


Sebelumnya, BNI Syariah pun resmi ditunjuk sebagai bank penyalur KPR Syariah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2020 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dengan masuknya sebagai bank pelaksana FLPP, BNI Syariah bisa menambah portofolio pembiayaan konsumtif dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah.

Pada tahun 2020, BNI Syariah menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan KPR FLPP sebesar Rp187,8 miliar atau 1.750 unit. Diharapkan kontribusi pembiayaan rumah subsidi FLPP terhadap total pembiayaan BNI iB Griya Hasanah dapat menyumbang proporsi sebesar 6 persen.

Baca juga : Pembiayaan KPR BNI Syariah Tertinggi untuk Rumah Menengah

Untuk mencapai target ini, BNI Syariah sudah menyusun strategi di antaranya yaitu memprioritaskan segmen nasabah fix income berpenghasilan kurang dari Rp4 juta, pemasaran untuk daerah yang potensial dalam penyaluran FLPP, serta melakukan kerja sama khusus dengan developer yang telah bergabung dalam Asosiasi. Penyaluran KPR FLPP BNI Syariah pada 2020 diutamakan untuk nasabah yang belum pernah memiliki rumah.

Pada 2020 Pemerintah akan lebih fokus pada penyelenggaraan pembiayaan perumahan yang efisien dan efektif. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran penyaluran dana FLPP senilai Rp11 triliun untuk tahun 2020 yang terdiri dari Rp9 triliun dari DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok untuk 102.500 unit rumah. Nilai tersebut meningkat 38 persen dari target yang ditetapkan pada 2019.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 31, 2020, 3:34 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.