BCA dan Modalku Dorong UMKM Tumbuh Secara Mandiri

BCA dan Modalku Dorong UMKM Tumbuh Secara Mandiri

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sektor bisnis yang punya daya tahan kuat dari terpaan krisis ekonomi. Jumlahnya setiap tahun terus berkembang dengan berbagai lini usaha. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencatat jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 59,2 juta. 3,79 juta UMKM di antaranya sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produk mereka.

Namun yang masih disayangkan, dalam pengembangan bisnisnya para pelaku UMKM masih terhambat dari sisi permodalan. Untuk itu, peran perbankan dan perusahaan pembiayaan akan sangat membantu pengembangan bisnis UMKM. Salah satunya membuka lebar peluang akses pembiayaan berplatform financial technology (fintech) dengan persyaratan yang lebih simpel dan mudah.

Baca juga : Cara BCA Mengelaborasi Teknologi Digital dan Manusia

EVP Commercial Business & SME BCA Liston Nainggolan mengungkapkan, industri perbankan tidak menutup mata dengan kehadiran fintech untuk turut mendorong perkembangan UMKM di Indonesia. Untuk mewujudkannya, BCA menjalin kerja sama bersama salah satu fintech peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia, yaitu PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).

“Kami mencermati bahwa BCA dan Modalku berada pada interface teknologi yang sama. Oleh karena itu, BCA mendukung pembiayaan debitur-debitur UMKM yang ada di Modalku sehingga mampu untuk terus bertumbuh secara mandiri,” kata Liston. 

Sejak Desember 2019, BCA telah menjalin kerja sama penerusan pinjaman kepada UMKM melalui Modalku sehingga dapat memberikan kemudahan akses pinjaman kepada berbagai pelaku UMKM yang belum terjangkau dan layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang.


Modalku menghubungkan UMKM berpotensi dengan pemberi pinjaman modal usaha tanpa jaminan hingga Rp2 miliar per peminjam yang didanai oleh pemberi pinjaman platform melalui pasar digital. “Semakin tinggi inklusi keuangan serta UMKM yang memperoleh akses terhadap layanan dan jasa finansial, maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat," ucap Reynold Wijaya, Co-Founder & CEO Modalku.

Pada Desember 2019, Modalku berhasil meraih pendanaan baru berupa debt funding dari Triodos Microfinance Fund dan Triodos Fair Share Fund. Pendanaan ini akan mendukung Modalku dalam meningkatkan inklusi keuangan serta memperluas jangkauan akses pendanaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sejak didirikan pada 2016, Modalku telah menghubungkan UMKM yang belum mendapatkan akses ke pendanaan dengan pemberi pinjaman individu dan institusi melalui platform digital. Melalui kegiatan ini, UMKM bisa mendapatkan modal usaha untuk mengembangkan bisnisnya tanpa memerlukan agunan. Perusahaan yang berada di bawah naungan Funding Societies ini telah berhasil menyalurkan modal usaha sebesar Rp10 triliun kepada lebih dari 1 juta pinjaman UMKM di Asia Tenggara.

Baca juga : Modalku Raih Debt Funding dari Triodos Investment Management

Reynold menambahkan, pendanaan dari Triodos Investment Management menjadi suatu pencapaian baru bagi Modalku. Ke depannya, Modalku ingin menjangkau lebih banyak UMKM karena jumlah UMKM di Indonesia masih sangat besar, sekitar 63 juta UMKM.

“Menurut data dari PwC 2019, 74 persen dari UMKM tersebut tidak mendapatkan akses pendanaan. Modalku percaya bahwa perluasan akses pendanaan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia,” terangnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 30, 2020, 5:19 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.