Apakah Penderita Virus Corona Dijamin Asuransi Kesehatan? Ini Penjelasannya

Apakah Penderita Virus Corona Dijamin Asuransi Kesehatan? Ini Penjelasannya

Penyebaran Virus Corona menjadi perhatian dunia saat ini. Bagaimana tidak, virus yang ditemukan pada Desember 2019 di kota Wuhan, Tiongkok ini secara cepat menyebar hampir ke seluruh dunia. Bahkan untuk memutus penyebaran virus ini, kota Wuhan diisolasi wilayah dengan menutup dari berbagai akses pintu masuk dan keluar.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyebaran novel coronavirus (2019-nCov) ini bukan sudah menyebar ke 10 negara dengan jumlah mencapai 1.320 kasus dan sebanyak 1.297 berasal dari negara asal Tiongkok. Data Terakhir, pada Senin (27/1/2020), Virus Corona sudah menewaskan setidaknya 80 orang.

Baca juga : Mengenal Jenis dan Manfaat Asuransi Kesehatan

Penyebaran virus yang sangat cepat mengkhawatirkan banyak orang di Indonesia. Bukan hanya cara penyebarannya yang sangat cepat, tetapi virus ini juga bisa mengakibatkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat.

Apakah orang yang terinfeksi Virus Corona bisa diproteksi asuransi kesehatan? Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Togar Pasaribu menjelaskan, bisa atau tidaknya orang yang terjangkit Virus Corona diproteksi asuransi kesehatan tergantung pada jenis produk asuransi yang diambil.


Biasanya, dalam perjanjian yang dibuat antara pemegang polis dengan perusahaan asuransi akan mencantumkan jenis penyakit apa saja yang bisa ditanggung atau tidak. Apabila pemegang polis asuransi perlindungan terhadap semua penyakit, maka secara otomatis orang yang terinfeksi Virus Corona akan dilindungi.

“Coba lihat secara teliti, apa yang ditanggung dan apa yang dikecualikan,” ucap Togar. Namun, ada pula polis asuransi kesehatan yang tidak meng-cover jenis penyakit tertentu. Apabila hal itu yang terjadi, pemegang polis dalam melakukan penambahan jaminan perlindungan untuk mengantisipasi infeksi Virus Corona yang tengah mewabah saat ini.

Meski begitu, pemerintah tetap akan menjamin perawatan dan pengobatan bagi yang terinfeksi Virus Corona melalu program pemerintah melalui BPJS Kesehatan. Jaminan kesehatan ini akan memberi peserta BPJS Kesehatan. Pasalnya dalam asuransi kesehatan layanan berjenjang itu hampir semua penyakit diberikan perlindungan.

Baca juga : Sekarang Bayar BPJS Kesehatan Bisa Autodebit Rekening Tabungan

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf menegaskan, manfaat yang dijamin dan tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan sudah tertulis Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018. Untuk manfaat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan tercantum dalam Pasal 52.

“Semuanya sudah diatur jelas, mana yang ditanggung dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Adapun manfaat yang tidak ditanggung atau dijamin sudah diatur juga di Pasal Pasal 52 Perpres 82 Tahun 2018,” katanya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 27, 2020, 1:55 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.